Termasuk Saddil Ramdani, 4 Pemain Liga 1 yang Pernah Dipolisikan karena Kasus Kekerasan

Kasus Saddil Ramdani membuka borok pemain Liga 1 lainnya yang pernah dipolisikan karena kasus kekerasan.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 02 April 2020, 14:10 WIB
Trivia - Deretan Pemain yang Dilaporkan ke Polisi (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Saddil Ramdani kembali berulah. Gelandang Bhayangkara FC tersebut terlibat kasus kekerasan dan dipolisikan untuk kali kedua dalam dua tahun terakhir.

Dilansir dari Lentera Sultra, berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor 109/III/2020/Res Kendari per 28 Maret 2020, Saddil Ramdani dipolisikan oleh Adrian, warga Desa Napalakura, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muda. Pemain berusia 21 tahun ini dituduh mengeroyok dan menganiaya kerabat pelapor yang bernama Irwan.

Disebutkan, tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan dan pengeroyokan berlangsung di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Jumat (27/3/2020) malam WITA.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di kepala bagian kanan dan luka di sekitar bibir. Saddil Ramdani menolak kasus dugaan pengeroyokan yang menyeret namanya menjadi konsumsi publik. Ketika dihubungi beberapa kali oleh wartawan, dia mau sedikit bercerita namun emoh untuk dikutip.

Jika dugaan tersebut benar, Saddil akan tersandung kasus kekerasan untuk kedua kalinya. Semasa masih membela Persela Lamongan pada 2018, dia juga dipolisikan setelah menganiaya mantan kekasihnya, Anugrah Sekar Larasati.

Keluarga Anugrah Sekar yang tidak menerima perlakuna Saddil lalu melaporkan sang pemain ke Polres Lamongan. Hanya bertahan beberapa hari, laporan tersebut dicabut dan berujung damai.

Selain Saddil Ramdani, berikut para pemain Liga 1 yang pernah tersandung kasus kekerasan dan dipolisikan dalam tiga tahun belakangan:


Ismed Sofyan

Pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan, saat pengenalan tim untuk kompetisi musim 2020 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (23/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Rumah tangga Ismed Sofyan kembali gempar. Sang istri, Cut Rita, melaporkan suaminya itu ke Polda Metro Jaya pada pertengahan Maret 2020.

Cut Rita mengaku Ismed tidak menafkahinya sejak tiga tahun lalu. Selain itu, pemain asal Aceh ini disebutnya sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Sebelumnya, Cut Rita mengatakan, Ismed telah melayangkan gugatan cerai sebanyak dua kali ke Pengadilan Negeri Depok pada 2019. Namun, putusan belum inkrah karena mantan pemain Persijatim Jakarta Timur ini belum membayar tunjangan nafkah perceraian senilai Rp500 juta.

Cuti Rita juga menuduh Ismed pernah memiliki Wanita Idaman Lain (WIL). Saat naik haji bareng pada 2012 lalu, mantan bek Timnas Indonesia ini dikatakannya sempat bertaubat.

Lanjut Baca:

Ismed melalui akun Instagram pribadinya, @ismedsofyan14, menyangkal tuduhan tersebut. Pemain yang identik dengan nomor punggung 14 itu bahkan menganggap Cut Rita sebagai mantan istrinya. "Setelah saya amati kelihatannya dalam dua hari belakangan ini sedang ramai di media sosial dan media elektronik mengenai berita yang ditujukan kepada saya. Jujur, saya sudah membaca dan melihat berita itu semua," tulis Ismed. "Dari lubuk hati saya yang paling dalam, sangatlah sedih dan prihatin dengan prasangka dan tuduhan yang dialamatkan kepada saya. Oleh sebab itu, perlu saya jelaskan, supaya beritanya tidak bias ke mana-mana." "Untuk diketahui, bahwasanya sejak 2017 saya sudah tidak tinggal lagi serumah dengan mantan istri saya dan saya lebih memilih untuk tinggal sendiri. Tetapi kemudian masih ada saja yang berusaha untuk merusak nama baik saya dan membuat hati keluarga besar saya terluka dan bersedih atas semua tuduhan dan pemberitaan mengenai saya," kata Ismed. Segala tudingan dari Cut Rita disangkal oleh Ismed. Menurutnya, ia tidak mungkin melakukan perbuatan kurang ajar. "Kemudian yang perlu diketahui selama 21 tahun saya meniti karier sebagai pesepak bola, ini tentunya sedikit banyak akan menjadi pusat perhatian dan sorotan publik. Sehingga, bagaimana mungkin saya akan melakukan hal-hal yang bodoh dan tidak semestinya dilakukan. Sebagai umat beragama, saya sangat mengerti akan norma-norma kehidupan yang baik dan benar. Dan itu mungkin hanya Allah SWT sebagai saksi perjalanan hidup saja," tutur Ismed. "Kemudian kepada media, saya mohon kiranya untuk tidak memuat berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan hanya sepihak saja. Selanjutnya untuk Jakmania, saya pribadi mengucapkan terima kasih atas dukungan moril yang tanpa henti kepada saya," imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya