Jokowi: Chloroquine untuk Pasien Covid-19 Produksi Dalam Negeri

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah memiliki cadangan 3 juta Chloroquine, obat yang akan digunakan untuk pasien Covid-19.

oleh Yopi MakdoriDiterbitkan 23 Maret 2020, 10:24 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan video teleconference dengan Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Jokowi menginstruksikan percepatan agenda kerja semua kementerian. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, pemerintah memiliki cadangan 3 juta Chloroquine, obat yang akan digunakan untuk pasien Covid-19.

"Kita punya stok tiga juta Chloroquine," kata Presiden Jokowi dalam konferensi persnya di Wisma Atlet, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Jokowi mengatakan, obat ini bukanlah obat utama untuk Covid-19. Namun, berhubungan di beberapa negara obat ini ampuh digunakan kepada pasien yang terinfeksi virus Corona, maka Indonesia pun turut mengikuti jejak negara tersebut.

"Chloroquine ini adalah bukan obat first line tapi second line karena obat Covid-19 belum ada dan belum ada antivirusnya. Tetapi dari pengalaman beberapa negara Chloroquine ini sudah digunakan dan sembuh baik," ucap Jokowi.

Kendati begitu, Jokowi menekankan, Chloroquine merupakan obat keras dan penggunaannya harus dilakukan menggunakan resep dokter.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Produksi Kimia Farma

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Jokowi mengingatkan jajaran Kemendag agar segera mencari jalan keluar dari krisis yang disebabkan oleh virus corona (covid-19). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jokowi juga menyebut, obat tersebut diproduksi di dalam negeri. Perusahaan farmasi pelat merah Kimia Farma lah yang memproduksinya.

"Saya menyampaikan, Chloroquine ini produksi di Indonesia, produksi Kimia Farma," kata Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya