Rapor Buruk Tim Jawa Timur di Awal Shopee Liga 1 2020

Tiga dari lima tim Shopee Liga 1 2020 yakni Persik Kediri, Persela Lamongan, dan Persebaya Surabaya, belum mencicipi kemenangan.

oleh Gregah NurikhsaniDiterbitkan 16 Maret 2020, 05:30 WIB
Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Arema FC, Persik Kediri. (Bola.com)

Jakarta - Jawa Timur diwakili lima tim pada Shopee Liga 1 2020. Namun, Persebaya Surabaya, Arema FC, Madura United, Persik Kediri, dan Persela Lamongan gagal mengawali musim dengan hasil memuaskan. Kinerja tersebut pun menimbulkan tanda tanya besar tentang ketangguhan mereka. 

Dari empat klub Jawa Timur, hanya Arema FC dan Madura United yang sanggup meraih kemenangan setelah melewati tiga pekan Shopee Liga 1 2020. Singo Edan menang atas Tira Persikabo pada pekan pertama. Sementara Laskar Sape Kerrab mengalahkan Barito Putera.

Namun, kedua tim setelah itu melempem. Arema FC dipermalukan Persib Bandung dengan skor 1-2 pada pekan kedua Liga 1. Lalu, pada Sabtu (14/3/2020), tim asuhan Mario Gomez itu kembali menelan kekalahan, kali ini dari PSIS Semarang dengan skor 0-2.

Madura United bernasib sedikit lebih baik. Mereka bisa mencuri angka saat mengimbang klub promosi Persiraja Banda Aceh 0-0. Tapi setelah itu anak asuh Rahmad Darmawan akhirnya tumbang 1-3 di hadapan juara bertahan Bali United. 

Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi kedua tim. Beruntung, Shopee Liga 1 2020 akan dihentikan sementara menyusul keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait virus Corona per Senin (16/3/2020).

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:


Persebaya

Pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak Irfan Jaya dalam laga kontra Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Berstatus sebagai juara Piala Gubernur Jawa Timur 2020, tentu Persebaya Surabaya diharapkan mampu berbicara banyak pada pentas Liga 1. Sayang, dua laga dilalui, belum sekali pun tim kebanggaan Bonek itu meraih kemenangan.

Mirisnya, dua pertandingan yang dilalalui Persebaya tanpa kemenangan itu didapat di kandang mereka sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo. Terakhir, anak asuh Aji Santoso tumbang lewat drama tujuh gol kala meladeni tim tamu Persipura Jayapura.

Mengakhiri Liga 1 2019 sebagai runner-up, ditambah persiapan yang terbilang matang, termasuk mendapatkan Makan Konate pada bursa transfer, agaknya Persebaya layak didapuk sebagai kandidat juara Liga 1 musim ini. Sayang beribu sayang, nasib baik belum mendatangi Irfan Jaya dkk.

Pada laga perdana kontra Persik Kediri, Persebaya hanya sanggup bermain imbang 1-1. Mereka juga kebobolan terlebih dahulu lewat gol penalti lawan. Pun demikian ketika menjamu Persipura, tim berjulukan Bajul Ijo itu sempat tertinggal dua gol lebih dulu.

Lanjut Baca:

Dari sini terlihat, Persebaya cenderung memulai laga dengan lamban. Itu diperparah dengan ketidaksiapan mereka dalam menyiasati situasi ketika tertinggal lebih dulu. Euforia kesuksesan meraih Piala Gubernur Jatim 2020? Coach Aji beralasan, Persebaya hanya belum menemukan momentum. Padahal, kematangan tim dengan bukti trofi Piala Gubernur Jatim 2020 seharusnya sudah cukup buat skuatnya mendapatkan momentum dan menemukan keseimbangan, baik secara fisik mau pun mental. "Saat ini tim ini mencari momentum agar anak-anak bangkit. Insya Allah tim ini akan berjalan normal. Sekarang hanya momentum saja yang belum ketemu," ujar Aji Santoso seperti dilansir dari situs resmi Liga 1. "Kami masih ada 32 pertandingan lagi untuk membenahi kelemahan yang masih ada. Tapi, sekarang kami meminta para pemain untuk segera bangkit," tegas pelatih Persebaya Surabaya itu. Aji seharusnya berkaca pada musim-musim sebelumnya ketika ia melatih Persela. Perlu diingat, Persela memulai musim dengan lamban, meski pada akhirnya ia sanggup menerbangkan Persebaya, tim yang ia latih mendekati akhir musim, ke papan atas klasemen. Bisa jadi, kesalahan utama Aji adalah dengan menerapkan pola 'istirahat total' yang ia berikan ke skuat Persebaya. Padahal, lima pekan pertama kompetisi sangat vital guna membawa performa fisik menuju puncak terlepas dari bagaimana mereka telah berlatih keras pada pramusim. "Dari dulu saya di mana pun melatih, selalu saya liburkan, karena kan H-3 intensitasnya tinggi, itu yang namanya periodisasi," kata Aji Santoso. "Habis itu saya turunkan total anak-anak istirahat, nanti H-1 tinggal aktivasi di lapangan," tegas pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut. "Tujuannya adalah supaya pemain cukup istirahat, ketika nanti dalam pertandingan mereka tidak merasa kelelahan, dalam kondisi yang fresh fisiknya," jelas Aji. "Makanya saat ini saya beri libur biar istirahat secara fisik maupun mental," pungkas pelatih yang pernah menukangi Arema FC tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya