Liputan6.com, Mexico City: Pemilihan Presiden Meksiko diwarnai isu kecurangan yang terus beredar. Saat ini, kandidat dari partai kiri Mexico, Andres Manuel Lopez Obrador akan membawa masalah ini ke pengadilan. Media ZeeNews mewartakan, Selasa (10/7), Obrador mengatakan dia akan meminta banding terhadap hasil pemilu 1 Juli.
Obrador mengungkapkan dirinya hanya mencari keadilan. "Kami memiliki bukti kecurangan pada pemilihan presiden. Sekitar lima juta suara pemilih telah dibeli," ungkap Obrador seperti dilansir dari The Huffington Post.
Pemilihan Presiden Meksiko yang baru berakhir beberapa hari silam dikabarkan penuh dengan kecurangan. Kemenangan Enrique Pena Nieto sebagai presiden terpilih Meksiko karena pembelian suara [baca: Isu Kecurangan Bayangi Pilpres Meksiko].
Untuk membuktikan tidak terlibat, Presiden Calderon menyerukan penyelidikan atas tuduhan pembelian suara dan reformasi elektoral. Menurut Calderon, hal itu untuk mencegah praktik-praktik tersebut di masa depan.
"Masalah hadiah kartu, laporan keuangan dan semua ini, adalah sebuah isu yang saya tidak tahu apakah itu akan cukup untuk membatalkan pemilihan presiden yangtelah sah atau tidak. Tapi semua harus diselsaikan," ucap Calderon.(AIS)
Obrador mengungkapkan dirinya hanya mencari keadilan. "Kami memiliki bukti kecurangan pada pemilihan presiden. Sekitar lima juta suara pemilih telah dibeli," ungkap Obrador seperti dilansir dari The Huffington Post.
Pemilihan Presiden Meksiko yang baru berakhir beberapa hari silam dikabarkan penuh dengan kecurangan. Kemenangan Enrique Pena Nieto sebagai presiden terpilih Meksiko karena pembelian suara [baca: Isu Kecurangan Bayangi Pilpres Meksiko].
Untuk membuktikan tidak terlibat, Presiden Calderon menyerukan penyelidikan atas tuduhan pembelian suara dan reformasi elektoral. Menurut Calderon, hal itu untuk mencegah praktik-praktik tersebut di masa depan.
"Masalah hadiah kartu, laporan keuangan dan semua ini, adalah sebuah isu yang saya tidak tahu apakah itu akan cukup untuk membatalkan pemilihan presiden yangtelah sah atau tidak. Tapi semua harus diselsaikan," ucap Calderon.(AIS)