Ekonomi Jepang Kena Pukulan Telak Jika Batal Gelar Olimpiade 2020

Penyelenggara sudah mengungkapkan Desember tahun lalu bahwa Olimpiade 2020 ditaksir menelan dana 1,35 triliun yen (Rp 178,12 triliun).

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 04 Maret 2020, 00:00 WIB
Lambang Olimpiade 2020 di Tokyo (AP Photo/Jae C. Hong)

Liputan6.com, Tokyo - Kekhawatiran bercampur aduk ketika Jepang yang merupakan tuan rumah Olimpiade 2020 Tokyo menjadi korban penyebaran virus corona. Hal ini mengguncang penyelenggara, sponsor, dan perusahaan media yang sudah menghabiskan miliaran dolar untuk perhelatan akbar olahraga dunia itu.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menyatakan akhir bulan lalu bahwa IOC bertekad penuh untuk menggelar Olimpiade 2020 sesuai jadwal dari 24 Juli sampai 9 Agustus tahun ini.

Seorang pejabat senior pemerintah Jepang berkata bahwa tidak ada "Rencana B" untuk Olimpiade.

Berikut beberapa faktor finansial dan ekonomi yang terancam jika Olimpiade 2020 dibatalkan, seperti dilansir Antara:

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Biaya Olimpiade dan Sponsor

(Behrouz MEHRI/AFP)

Penyelenggara sudah mengungkapkan Desember tahun lalu bahwa Olimpiade ini ditaksir menelan dana 1,35 triliun yen (Rp 178,12 triliun), tetapi angka itu belum termasuk sekitar tiga miliar yen (Rp 395 miliar) untuk pemindahan event maraton dan jalan cepat dari Tokyo ke Sapporo yang ada di bagian utara Jepang, demi menghindari cuaca terik saat musim panas.

Anggaran Olimpiade Tokyo 2020 dibagi antara komite penyelenggara dan pemerintah pusat Jepang, sedangkan IOC sendiri menyumbangkan lebih dari 800 juta dolar AS (Rp 11,39 trilun).

Penyelenggara menyatakan pemerintah pusat Jepang akan membayarkan sekitar 150 miliar yen (Rp19,7 triliun) yang kebanyakan untuk mendanai Stadion Nasional yang baru.

Namun demikian Badan Audit Jepang telah memangkas anggaran ajuan pemerintah pada 2013 menjadi 1,06 triliun yen (Rp 139 triliun) pada 2018.

Sponsor

Olimpiade Tokyo 2020 sudah mencatat rekor pemasukkan sponsor domestik lebih dari 3 miliar dolar AS (Rp 42,7 triliun).

Ini belum termasuk kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Jepang seperti Toyota, Bridgestone dan Panasonic, dan perusahaan-perusahaan lain seperti Samsung dari Korea Selatan, yang melalui program sponsor TOP, melakukan kesepakatan terpisah dengan IOC yang bernilai jutaan dolar AS.


Asuransi dan Media

(AP Photo/Jae C. Hong)

Perusahaan-perusahaan asuransi global terancam menghadapi tagihan gila-gilaan seandainya wabah virus corona memaksa pembatalan Olimpiade, yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

IOC mengeluarkan 800 juta dolar AS (Rp 11,39 triliun) untuk perlindungan setiap Olimpiade Musim Panas, yang mencakup investasi sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 14,23 triliun) di setiap kota tuan rumah Olimpiade.

Lanjut Baca:

Sumber-sumber asuransi memperkirakan bahwa mereka harus membayarkan premi sekitar 2-3 persem, yang membuat mereka memiliki tagihan sampai 24 juta dolar (Rp 341,7 miliar) untuk menutupi asuransi Olimpiade Tokyo. Para analis pada perusahaan jasa keuangan Jefferies memperkirakan perusahaan asuransi harus menanggung 2 miliar dolar AS (Rp 28,47 triliun) asuransi Olimpiade 2020, termasuk hak siar televisi dan sponsor, ditambah 600 juta dolar AS (Rp 8,5 triliun) untuk akomodasi. Media NBC Universal pada Desember mengumumkan sudah menjual lebih dari 1 miliar dolar (Rp 14,23 triliun) dalam bentuk komitmen iklan yang direncanakannya disiarkan di AS dan sudah di ambang melewati angka 1,2 miliar dolar AS (Rp 17 triliun). Induk perusahan ini, Comcast, setuju membayar 4,38 miliar dolar AS (Rp 62,36 triliun) untuk hak media AS bagi empat Olimpiade dari 2014 sampai 2020. Discovery Communications, induk saluran televisi Eurosport, sudah sepakat mengeluarkan 1,3 miliar euro (Rp18,5 triliun) untuk layar Olimpiade di seluruh Eropa dari 2018 sampai 2024. Pada telekonferensi dengan para investor belakangan ini, Gunnar Wiedenfels, chief financial officer Discovery, mengisyaratkan bahwa pembatalan Olimpiade tidak akan berdampak besar kepada keuangan perusahaan ini karena investasi mereka sudah dilindungi asuransi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya