Profil Tim Peserta Piala Eropa 2020: Belgia

Timnas Belgia menjadi satu di antara tim yang difavoritkan menjuarai Piala Eropa 2020. Selain memiliki skuat penuh talenta, Belgia juga tampil sempurna sepanjang kualifikasi.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 28 Februari 2020, 19:05 WIB
Piala Eropa 2020 - Profil Tim Belgia (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Timnas Belgia harus menuntaskan misi juara mereka di Euro 2020. Memiliki generasi emas, Belgia selalu kesulitan menjadi juara.

Sepanjang sejarah Piala Eropa, Belgia belum pernah jadi kampiun. Langkah terjauh Timnas Belgia di Piala Eropa terjadi pada 1980, saat menjadi runner up setelah kalah 1-2 dari Timnas Jerman di final.

Belgia memiliki semua modal mentereng dan syarat menjadi kampiun Euro 2020. Daftar modal yang cukup panjang itu bisa dimulai dari posisi Belgia di ranking FIFA. Tim berjuluk The Red Devils tersebut bercokol di peringkat pertama, mengungguli tim-tim besar lain seperti Prancis (2), Inggris (4), Kroasia (6), Portugal (7), hingga Spanyol (8).

Posisi pertama dikuasai Belgia bukan karena kebetulan. Peringkat prestisius tersebut memberi bukti sahih konsistensi performa Belgia di bawah besutan pelatih Roberto Martinez. Belgia bukan hanya bersinar sekejap bak kembang api, kemudian padam begitu cepat.

Setelah finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2018, Belgia tak lantas meredup dan menghilang dari peredaran. Red Devils berhasil menjaga standar permainan, motivasi, hingga gairah menang, sehingga masih kompetitif bersaing di ranking atas FIFA.

Jika peringkat dunia FIFA dianggap kurang kuat sebagai parameter Belgia punya bekal lebih kuat memenangi Piala Dunia 2020. Mari lihat saja komposisi skuat Roberto Martinez.

Belgia didukung generasi emas alias memiliki talenta-talenta hebat di dunia. Generasi seperti itu tidak datang setiap lima tahun atau bahkan belasan tahun. Tidak setiap tim dimanjakan dengan kemewahan skuat yang diisi pemain-pemain mumpuni seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, Kevin de Bruyne, hingga Toby Alderweireld, Jan Vertonghen dan Axel Witsel .

Rasanya akan sangat disayangkan jika gabungan talenta-talenta menakjubkan tersebut gagal membawa Timnas Belgia ke suatu titik yang didamba-dambakan sepanjang sejarah negara itu. Menilik menterengnya tim Roberto Martinez, bukan hal aneh Belgia menjadi satu dari segelintir negara yang difavoritkan menjuarai Piala Eropa 2020.

Lanjut Baca:

Jika dua modal tersebut dinilai belum cukup, cukup tengok sepak terjang Belgia pada fase kualifikasi Euro 2020. Penampilan Belgia benar-benar tanpa cela. Bertanding 10 kali pada babak kualifikasi, Timnas Belgia berhasil menyapu bersih, alias menang 10 kali. Tidak ada tim yang sesempurna Belgia pada kualifikasi Piala Dunia 2020. Semesta juga menunjukkan sinyal keberpihakan pada Belgia. Kevin de Bruyne dan kawan-kawan mendapat undian relatif mudah. Belgia tergabung bersama Denmark, Rusia, dan Finlandia di fase grup. Sulit menyebut gabungan tim-tim ini sebagai grup neraka bagi Belgia. Faktanya, jalan yang terbentang di depan Belgia untuk melangkah jauh dan membidik gelar juara terbuka lebar. Masalahnya, menjadi favorit dan menjadi juara kadang tak berjalan bersisihan. Timnas Inggris contohnya. Hampir di setiap turnamen besar, Piala Dunia dan Piala Eropa, Timnas Inggris dilabeli calon juara. Namun, realitanya gelar juara Piala Dunia 1966 masih menjadi satu-satunya trofi bergengsi yang nangkring di rak piala Tim Tiga Singa. Belgia, terutama Roberto Martinez, kini punya pekerjaan rumah untuk membuktikan status favorit juara Piala Eropa bukan sekadar label. Bagaimana pun, ini momen yang sangat tepat. Belgia belum tentu akan kembali mengantongi pemain-pemain bertalenta istimewa seperti yang menyesaki skuatnya saat ini. Realitanya, beberapa tulang punggung Timnas Belgia mulai tergerus usia. Vincent Kompany telah berusia 22 tahun, Thomas Vermaelen (34), Jan Vertonghen (33), dan Toby Alderweireld (31). Mungkin Piala Eropa 2020 akan menjadi penampilan terakhir mereka bermain di turnamen akbar bersama Red Devils. Dua tahu lagi (Piala Dunia 2022) atau Piala Eropa 2023, mereka mungkin sudah gantung sepatu atau masih bermain tapi telah melewati masa keemasan. Apesnya, pemain-pemain pelapis di skuat Belia belum memiliki skill dan pengalaman sebanyak para pemain gaek tersebut. Jadi, Belgia belum tentu memiliki amunisi sekuat tahun ini untuk berduel merengkuh gelar Piala Dunia atau Piala Dunia pada tahun-tahun mendatang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya