Profil Klub Liga 1 2020 PSS: Elang Jawa Pasang Target Lebih Tinggi

PSS Sleman menjadi satu-satunya tim promosi Liga 1 2019 yang bertahan di kasta tertinggi. Kini mereka diharapkan bisa meraih target lebih tinggi.

oleh Defri SaefullahVincentius AtmajaDiterbitkan 22 Februari 2020, 18:50 WIB
PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta PSS Sleman berhasil menjaga posisi untuk bertahan di Liga 1, tidak seperti tim promosi musim lalu. Sebagai kekuatan baru, tim berjulukan Elang Jawa ini langsung tampil mengejutkan.

Tim Elang Jawa di luar prediksi mampu bersaing dengan finis di posisi delapan klasemen akhir Liga 1 2019. Bahkan PSS Sleman mampu finis di posisi yang lebih baik ketimbang tim-tim dengan tradisi kuat, seperti Persija Jakarta atau Arema FC, dan PSM Makassar.

Beberapa torehan memukau didapat saat PSS masih dibesut pelatih Seto Nurdiyantoro musim lalu. Seperti pernah mempermalukan tiga tim kuat, yakni Persebaya Surabaya, Madura United, dan Bhayangkara FC.

Selain itu, PSS menjadi satu-satunya tim promosi yang bisa bertahan di Liga 1. Dua tim lainnya harus kembali turun kasta ke Liga 2, yakni Semen Padang dan Kalteng Putra.

Setelah merasakan persaingan di Liga 1, tim kebanggaan Bumi Sembada lantas punya target yang lebih tinggi pada musim keduanya. Peringkat yang lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi tujuan utama pada musim 2020.

Meski berasal dari kota kecil bukan berarti PSS dapat disepelekan begitu saja. Mereka berambisi menjadi klub besar yang mampu bersaing secara prestasi maupun finansial. Target masuk lima besar di kompetisi Liga 1 2020 menjadi langkah awal PSS.

"PSS memang berasal dari kota kecil. Tetapi bukan berarti kami hanya merupakan tim kecil. Kami ingin menjadi besar karena punya potensi untuk melakukannya," terang CEO PSS Sleman, Fatih Chabanto seperti dikutip Bola.com.

Perombakan besar pun dilakukan manajemen klub demi memenuhi target tersebut, diawali dengan keberanian PSS Sleman mengganti Seto Nurdiyantoro dengan pelatih asal Spanyol, Eduardo Perez Moran. Langkah tersebut cukup mengundang kontroversi dan berujung aksi protes dari suporter sampai saat ini.

 

Video


Perubahan Materi Pemain

Pemain anyar PSS Sleman untuk Liga 1 2020, Irfan Bachdim. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Materi pemain PSS Sleman juga mengalami perubahan yang cukup signifikan ketimbang musim lalu. Nama pemain andalan seperti Brian Ferreira, Ricky Kambuaya, Haris Tuharea, hingga Kushedya Hari Yudo memilih hengkang ke klub lain.

Lanjut Baca:

Namun, mayoritas penghuni skuat utama masih bertahan, termasuk trio pemain asing, Alfonso De La Cruz, Guilherme Batata, dan Yevhen Bokhasvili. Sementara deretan pemain baru PSS datang diantaranya adalah Samsul Arifin, Arthur Irawan, Aaron Evans, dan Irfan Bachdim. Nama terakhir paling mendapatkan sorotan sebagai superstar baru PSS. Irfan Bachdim didatangkan dari Bali United dan bakal menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Sleman. Perekrutan yang dilakukan PSS karena kualitas dan pengalaman yang dimiliki Irfan Bachdim. Namun, juga segi komersial sang emain berdarah Belanda yang masih memiliki nilai tinggi secara bisnis. "Tidak hanya pelatih Eduardo Perez yang menginginkannya, tapi juga segi bisnis. Kalau dari sisi permainan, jelas coach Eduardo sudah paham dengan kualitas Irfan Bachdim," katanya. "Banyak pertimbangan yang diambil saat kami mendatangkan Irfan Bachdim. PSS memang berambisi terbang tinggi menjadi klub besar meski berada di kota kecil," timpal sang CEO.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya