4 Pihak yang Bakal Diuntungkan Hukuman Berat Manchester City

Siapa saja yang berpeluang mendapat keuntungan dari badai masalah yang dihadapi Manchester City setelah kena sanksi berat dari UEFA?

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 18 Februari 2020, 19:00 WIB
Pemain Manchester City Bernardo Silva memegang kepalanya setelah pemain Wolverhampton Wanderers Matt Doherty membobol gawang timnya pada pertandingan Liga Inggris di Molineux Stadium, Wolverhampton, Inggris, Jumat (27/12/2019). Manchester City kalah 2-3. (AP Photo/Rui Vieira)

Jakarta - Manchester City tengah bergejolak menyusul hukuman berat dari UEFA. Dampak sanksi tersebut pun berpotensi memengaruhi nasib banyak pihak.

UEFA melarang The Citizens tampil di kompetisi Eropa dalam dua musim ke depan, plus denda 30 juta euro (Rp444,9 miliar).  

Manchester City akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), namun prosesnya diperkirakan memakan waktu lama hingga musim 2020-2021. 

Dalam kurun waktu tersebut diperkirakan terjadi perubahan besar-besaran di Etihad. Rumor pemain bintang akan eksodus mulai berembus kencang. Pemain seperti Kevin De Bruyne hingga Bernardo Silva kemungkinan akan mencari pelabuhan baru demi mengejar ambisi mencari kejayaan di kompetisi Eropa. 

Bahkan, sang manajer Pep Guardiola juga dikabarkan terancam pergi karena hukuman tersebut. Meskipun demikian ada pula kabar pelatih asal Spanyol itu akan tetap bertahan di tengah badai yang menghantam timnya. 

Masalah besar yang dihadapi Manchester City tersebut di sisi lain akan mendatangkan keuntungan bagi beberapa klub raksasa Premier League lainnya. Keuntungan yang didapat berasal dari berbagai faktor. 

Berikut ini empat tim yang mendulang keuntungan dari badai masalah yang dihadapi Manchester City setelah kena sanksi berat dari UEFA, seperti dilansir Sportkeeda, Selasa (18/2/2020). 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


1. Liverpool

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp (bertopi), berselebrasi bersama para pemain setelah mengalahkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Pada dua musim terakhir, Liverpool merupakan saingan berat Manchester City dalam pacuan juara Premier League. Pada musim 2019-2020, baru lah Liverpool akhirnya akan memenangi pacuan dan mencicipi gelar Premier League untuk kali pertama dalam 30 tahun.

Jadi bagaimana bisa hukuman untuk City mendatangkan keuntungan besar untuk The Reds?

Faktanya, Manchester United, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, tak benar-benar bersaing kompetitif pada pacuan juara Premier League musim ini dan musim lalu. Pacuan juara praktis hanya melibatkan Manchester City dan Liverpool. Jadi, ketika Manchester City kehilangan taringnya, siapa yang bisa menjadi penghalang Liverpool?

Melihat saat ini Liverpool unggul 25 poin di puncak klasemen Premier League, diikuti Manchester City di peringkat kedua, rasanya The Reds masih akan sulit dihentikan musim depan. Bayangkan saja, The Reds saat ini sudah unggul 35 poin atas Chelsea yang menempati urutan keempat.

Lanjut Baca:

Jika City kehilangan banyak amunisi musim depan, Liverpool tampaknya akan sulit dibendung. Bisa jadi Liverpool akan mendominasi Premier League seperti yang pernah dilakukan Manchester United di era Sir Alex Ferguson.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya