Tim Investigasi PBB Segera ke Atambua

<i>Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi, menyusul terjadinya insiden Atambua. Badan ini akan mengirim tim investigasi ke Indonesia.</i>

oleh Liputan6Diterbitkan 09 September 2000, 19:47 WIB
Liputan6.Com, New York: Insiden Atambua berbuntut panjang. Menyusul peristiwa tersebut, baru-baru ini, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa berniat segera mengirim tim investigasi ke Indonesia, guna menyelediki insiden Atambua. Namun, tanggal pelaksanaan pengiriman tim itu belum ditentukan.

Bahkan, DK PBB juga mengeluarkan resolusi agar Indoensia segera melucuti persenjataan milisi pro integrasi. Tak cuma itu, pemerintah Indonesia juga diminta mengadili pelaku pembakaran Kantor Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR). Pemimpin pro kemerdekaan Timor Timur Jose Xanana Gusmao dan Jose Ramos Horta juga ikut memberi suara dalam resolusi tersebut. Resolusi tercapai dengan suara bulat 15 suara setuju dan dirumuskan sebagai Resolusi Nomor 1319 tahun 2000.

Hingga saat ini, menurut PBB, penyerangan terhadap warga sipil di Atambua masih berlanjut. Serangan terakhir dilaporkan terjadi Jumat (8/9). Kendati informasi tentang jumlah korban masih simpang siur, PBB menyesalkan atas berlanjutnya kekerasan di salah satu kawasan Nusa Tenggara Timur.

PBB juga menilai, upacara pemakaman komandan milisi pro integrasi "Lak Saur" Olivio Mendoza Moruk, Jumat (8/9) siang, adalah aksi show of force yang sangat provokatif. Dalam pemakaman tersebut, diperkirakan seribu anggota milisi pro integrasi hadir dengan membawa senjata lengkap.(ULF/Ula)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya