Top 3: CEO Sukses Banyak dari India, Mengapa?

Berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 16 Februari 2020.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Februari 2020, 08:00 WIB
CEO Google Sundar Pichai. Liputan6.com/ Jeko Iqbal Reza

Liputan6.com, Jakarta - IBM baru saja mengumumkan Arvind Krishna yang merupakan warga berkebangsaan India menjadi CEO baru. Selain itu pada minggu ini WeWork juga telah mengkonfirmasi bahwa perusahaan tersebut mempekerjakan Sandeep Mathrani yang juga berasal dari India sebagai kepala eksekutif baru.

Sundar Pichai yang berasal dari India juga merupakan CEO dari Alphabet, induk perusahaan dari Google. Apa saja kelebihan para pekerja dari India ini sehingga mereka bisa menduduki posisi nomor satu dalam perusahaan?

Artikel mengenai alasan banyak CEO sukses berasal dari India ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 16 Februari 2020:

1. Ini Alasan Banyak CEO Sukses Berasal dari India

IBM baru saja mengumumkan Arvind Krishna sebagai CEO pengganti. Dan minggu ini WeWork mengkonfirmasi bahwa ia mempekerjakan Sandeep Mathrani sebagai kepala eksekutif barunya.

Mereka bergabung dengan meningkatnya jumlah CEO Perusahaan Global asal India, menurut media sosial, laporan berita dan pencarian online (kebetulan, Google dijalankan oleh India).

Selain itu masih ada beberapa nama lain dari India yang masuk dalam daftar petinggi perusahaan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca berita selengkapnya di sini

 

2. Dilakukan Online, Simak Petunjuk Ikuti Sensus Penduduk 2020

Kick Off Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 di kantor BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018). (Baw/Liputan6.com)

Era digitalisasi menuntut Badan Pusat Statistik (BPS) berinovasi dalam melakukan sensus penduduk. Kali pertama dalam sejarah, hajatan 10 tahunan BPS dilakukan secara online.

Masa sensus penduduk online diselenggarakan sejak 15 Februari sampai 31 Maret pukul 23.59 WIB. Pencacahan online ini dilakukan secara mandiri dengan mengakses situs website sensus.bps.go.id.

Dalam pelaksanaannya, sensus penduduk online ini bisa dilakukan di mana saja sepanjang terkoneksi dengan internet. Pengisian data sensus hanya membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Baca berita selengkapnya di sini

 

3. KPK: Tes CPNS Harus Ciptakan Pegawai Negeri yang Anti Korupsi

Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi berlangsung 27-31 Januari 2020. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang anti korupsi dapat diawali dengan proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baik, yakni dengan menjaring sumber daya manusia (SDM) yang bermental mengabdi dan mengutamakan kepentingan umum.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan mengaku pihaknya tak bisa bekerja sendiri dalam mencegah dan memberantas korupsi. Menurutnya, KPK perlu bekerja sama khususnya dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan sistem rekrutmen CPNS.

"Kementerian PANRB dalam hal ini menyediakan SDM unggul juga mengintegrasikan SDM itu sesuai dengan harapan dan tujuan bangsa Indonesia. Karena itu manajemen SDM adalah kunci sukses untuk melahirkan aparat-aparat yang anti korupsi," ujarnya.

Baca berita selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya