Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan, Mahfud: Bukan Salah Paham, cuma Telat Info

Menko Polhukam Mahfud Md menepis tudingan adanya salah paham terkait penolakan warga Kabupaten Natuna terhadap kedatangan 238 WNI asal Wuhan, China.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 04 Februari 2020, 10:32 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md menepis tudingan adanya salah paham terkait penolakan warga Kabupaten Natuna terhadap kedatangan 238 WNI asal Wuhan, China. (Liputan6/Radityo)

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md menepis tudingan adanya salah paham terkait penolakan warga Kabupaten Natuna terhadap kedatangan 238 WNI asal Wuhan, China. Menurut dia kekisruhan yang sempat terjadi hanya karena keterlambatan informasi dan sekarang semua sudah kondusif.

"Terkait dengan evakuasi saudara kita dari Wuhan, memang terjadi keterlambatan informasi bukan misscom sehingga pemerintah setelah mendapat greenline kami langsung mengambil tempat di Natuna karena paling dekat dengan instalasi militer agar bisa dilakukan tindakan cepat. Dan sekarang sudah kondusif," kata Menko Mahfud di Ruang Parikesit, Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Kondusivitas di lokasi, ucap Mahfud, berdasarkan laporan dari otoritas pejabat daerah setempat. Bupati, wakil bupati, hingga anggota DPRD Natuna melaporkan seluruh warganya telah disosialisasi agar tak terjadi kesalahpahaman.

"Hari ini dapat perwakilan dari Natuna. Mereka menyampaikan hal yang ingin disampaikan dan hal yang sudah diobrolkan dengan pemerintah, dan Pak Menkes Terawan juga akan berkantor di Natuna hingga misi kemanusiaan ini selesai," lanjut Mahfud.

Terakhir, Mahfud menegaskan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Natuna, untuk jangan percaya berita hoaks terkait WNI asal Wuhan yang tengah menjalani proses observasi di sana.

Saksikan video di bawah ini:

Jangan Percaya Berita Hoaks

Mahfud menyatakan atas nama pemerintah Indonesia, pihaknya menjamin untuk berada di garda terdepan dalam misi kemanusiaan ini.

"Kepada masyarakat jangan percaya berita hoaks. Pemerintah menjamin pemulangan dan tidak membahayakan (warga setempat). Pak Menkes juga menjaminkan badannya dalam menghadapi setiap risiko, terima kasih," ucap Mahfud tanpa membuka sesi tanya jawab.

Diketahui sebelumnya, kericuhan sempat terjadi di Kabupaten Natuna sebelum dan sesudah ratusan WNI asal Wuhan tiba. Mereka menolak kedatangan para WNI tersebut karena karena khawatir dapat menularkan Novel Coronavirus yang telah menewaskan ratusan jiwa rakyat Tiongkok.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya