Wabah Virus Corona Tunda Liga Super China yang Diikuti Eks Pemain MU

Sejumlah agenda olahraga lainnya juga dibatalkan akibat wabah virus corona.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 31 Januari 2020, 16:07 WIB
Mantan pemain Manchester United (MU), Marouane Fellaini (oranye) kini bermain untuk klub China, Shandong Luneng (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Mantan pemain Manchester United (MU), Marouene Fellaini harus menunda ambisinya untuk segera merumput lagi bersama Shandong Luneng di Liga Super China pada musim ini. Kompetisi kasta tertinggi di Negeri Tirai Bambu tersebut terpaksa ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. 

Wabah virus corona baru yang berawal dari kota Wuhan, China, belum juga terkendali hingga kini. Penyebarannya bahkan sudah meluas hingga ke luar Negeri Tirai Bambu. Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah menetapkan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global. 

Situas terparah memang dialami oleh China. Virus yang belum ada vaksin untuk pencegahannya itu tidak lagi hanya ditemukan di Wuhan, tapi sudah merembet hingga ke beberapa provinsi di sana.

Selain mengganggu aktivitas warga, virus ini juga mengakibatkan sejumlah agenda olahraga dibatalkan. Mulai dari kualifikasi tinju untuk Olimpiade 2020 hingga Kejuaraan Dunia Atletik Indoor.

Kabar terbaru yang dilansir dari BBC menyebutkan, wabah virus corona juga memaksa China Super League ditunda. Padahal kompetisi ini sudah dijadwalkan bergulir mulai bulan depan.

Seperti diketahui, sejak meninggalkan MU tahun lalu, Fellaini memutuskan bergabung dengan Shandong Luneng. Musim lalu tim ini berada di peringkat kelima klasemen akhir Liga Super China.  

Selain Fellaini, mantan pemain Manchester City, Yaya Toure, juga ikut berlaga di China Super League. Seperti diketahui pemain asal Pantai Gading itu kini memerpkuat klub Qingdao Huanghai.

 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Cegah Penyebaran Virus Corona

Mantan pemain Manchester United, Marouane Fellaini, yang kini gabung klub Liga Super China, Shandong Luneng. (AFP/STR)

Liga Super China sejatinya akan bergulir mulai 22 Februari hingga 31 Oktober 2020. Namun sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait kapan Kompetisi kasta tertinggi Tirai Bambu ini bakal dimulai.

Dalam pernyataannya, Asosiasi Sepak Bola China (CFA) mengaku tidak punya pilihan lain. Mereka terpaksa menunda kompetisi di semua level demi menghambat penyebaran virus corona tersebut.

"Kompetisi sepakbola nasional musim 2020 di semua tingkatan" ditunda demi membantu "pencegahan dan pengendalian epidemi pneumonia dari infeksi virus corona baru, dan untuk melindungi kesehatan penggemar, media, pemain, pelatih, ofisial permainan, klub dan staf lokal," pernyataan resmi CFA.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya