Liputan6.com, Jakarta Pembalap tim Monster Energy Honda Ricky Brabec sukses menjuarai Reli Dakar 2020. Usai menempuh lebih dari 7.000 km mengelilingi gurun di Arab Saudi, Brabec menyelesaikan etape terakhir dari Haradh menuju Qiddiya, Jumat (17/1/2020), dengan catatan waktu 53 detik di belakang juara etape Jose Cornejo, yang juga rekan satu timnya.
Cornejo berhasil meredam Pablo Quintanilla dari tim Husqvarna yang harus puas menjadi runner-up klasemen Reli Dakar 2020 dengan jarak 16 menit dari Brabec.
Advertisement
Keberhasilan Brabec sekaligus puasa gelar selama 31 tahun bagi Honda di Reli Dakar. Ia juga mencetak sejarah sebagai pebalap Amerika Serikat pertama yang menjuarai reli ketahanan terberat di dunia itu.
"Pada akhirnya, kami melengkapi puzzle ini. Kami tak bisa melakukannya tanpa setiap pebalap yang ada di tim. Aku sangat senang. Ini adalah Reli Dakar kelimaku, kedua kalinya saya menyelesaikannya," kata Brabec seperti dikutip laman resmi Dakar.
Sedangkan di kategori mobil, juara bertahan Nasser Al-Attiyah menjuarai etape terakhir Reli Dakar 2020 itu. Meski upayanya tak cukup mencegah sang rival asal Spanyol, Carlos Sainz merebut gelar ketiganya.
Kehilangan Waktu
Sainz yang mengawali etape 12 di Haradh menuju Qiddiya dengan margin 10 menit di puncak klasemen, hanya kehilangan waktu tiga menit 56 detik dari sang rival dari Qatar.
Juara Dakar tiga kali Al-Attiyah dengan Toyota finis runner-up klasemen akhir bersama pembalap Prancis Stephane Peterhansel, juara Dakar 13 kali, pada peringkat tiga dalam partisipasi ke-31 kalinya di Dakar.
Tambah Selebrasi
Sementara itu, Casey Currie menambah selebrasi bagi publik Amerika Serikat setelah mendominasi kategori SSV. Ia mengalahkan pesaing terdekatnya Sergei Kariakin asal Rusia dengan jarak 39 menit untuk merebut gelar di tahun keduanya turun di Dakar.
Lalu Ignacio Casale asal Chile menjalani "comeback" yang sempurna untuk merebut kembali gelar kategori quad bike. Tahun lalu ia mencoba turun di kategori SSV, yang tak berbuah manis.
Di kategori truk, Eduard Nikolayev berangkat sebagai juara dari tiga Dakar terakhir sebelumnya. Namun sang kampiun itu tak memiliki kecepatan dari awal dan justru menyudahi perburuannya di Dakar edisi ke-42 itu karena mengalami masalah mekanis dengan truk Kamaznya.