Liputan6.com, Jakarta Nah, sudah kuduga. Pertama, Gema curhat soal Riga. Kedua, Gema minta tolong aku mengurus Riga yang notabene bukan siapa-siapaku lagi. Ketiga, artinya Gema tak tahu bahwa hubunganku dengan Riga telah berakhir. Memang sejauh ini belum ada yang tahu soal kandasnya hubungan ini.
Netizen yang budiman pun belum tahu. Soalnya aku tak menghapus foto-foto mesraku dengan Riga di Instagram. Begitu pula dengannya. Aku yakin sepahit dan sebrengsek apa pun, mantan tetaplah bagian hidup. Dikenang atau tidak, ia pernah mengisi dan memperindah hidup dalam kurun waktu tertentu.
Advertisement
Prinsip inilah yang dulu membuatku dan Riga yakin menjalani hubungan. Prinsip ini pula yang membuat Riga tampak dewasa dalam pandanganku. Begitu pun sebaliknya. Aku terdiam beberapa detik. Kemudian tersenyum. Gema menangkap senyumku sebagai pertanda baik.
Gema Mendelik
Ia terus menatapku sambil menanti jawaban. Aku meneguk jus jeruk, menoleh ke arah pintu untuk memastikan telah tertutup rapat. Dan inilah jawabanku. “Mas belum tahu, ya? Aku dan Riga sudah putus,” beri tahuku lirih.
Gema mendelik. “Astagfirullah! Sorry Lin, gue benaran enggak tahu. Oke, gue juga enggak akan kepo kapan dan sebabnya apa karena bagaimana pun ini urusan pribadi lo. Gue outsider,” jawab Gema.
Wajahnya memerah, tampak merasa bersalah karena mengungkit luka lama dan membuang waktuku percuma. Sebenarnya enggak apa-apa juga, sih. Toh, kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Menyambung silaturahmi bagiku sebuah kebaikan dan bermanfaat.
Merasa Bersalah
“Mas, enggak perlu merasa bersalah. Gue tahu, kok Mas Gema baik dan selalu jadi kesayangan para bintang stripping bahkan yang sok diva sekali pun,” aku menyambung.
“Gue sebenarnya sempat bertanya-tanya, Lin. Sudah berbulan-bulan lo enggak sidak ke lokasi syuting. Cuma gue dengar kabar lo lagi audisi film horor Bayangan dari Kuburan. Gue pikir lo diterima makanya jarang nongol,” ia menukas. Aku menggeleng. Memang sempat aku ikut audisi tapi tidak lolos. Enggak apa-apa. Belum rezeki.
Model Kelas Papan Penggilasan
Kepada Gema aku menjelaskan putus cinta sekitar tiga bulan lalu. Aku menceritakan pula betapa panasnya hati mendapati Riga baru selesai bercinta dengan Dion. Riga masih telanjang dada, Dion tanpa rasa bersalah melenggang ke luar ruangan. Mendengar ceritaku, bibir Gema menganga. Tampak jelas mukanya makin merasa bersalah.