Liputan6.com, Jenewa: Penembakkan pesawat jet Turki oleh militer Suriah menuai rasa simpati dari publik dunia. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan prihatin kepada menteri luar negeri Turki terkait penembakan jet Turki oleh militer Suriah.
Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, Ban menyatakan, "keprihatinan yang mendalam atas ditembak jatuhnya jet militer Turki dan dampak yang berpotensi serius untuk wilayah tersebut". Demikian yang dinyatakan Juru Bicara PBB Martin Nesirky dalam AFP, Ahad (24/6).
"Ia (Ban) memuji dan menghargai Turki karena bersedia menahan diri serta menghargai Turki dan Suriah atas kesediannya melakukan operasi penyelidikan bersama. Sekjen PBB tersebut mendesak agar kedua belah pihak tetap melanjutkan penanganan situasi itu secara diplomatis. Ban memberikan dukungan PBB dalam situasi-situasi yang sulit," tambah Nesirky.
Kabar terakhir, Turki berusaha meredakan ketegangan dengan mengakui bahwa jet F-4 Phantom mungkin telah melanggar wilayah udara Suriah sebelum ditembak jatuh pada Jumat lalu.
Sementara itu, Pemerintah Suriah tidak menganggap tembakan terhadap pesawat Turki itu adalah sebuah serangan yang disengaja. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi menyatakan, militer Suriah hanya melihat sebuah benda tidak dikenal masuk ke wilayah negaranya. Kemudian, sebagai aksi pertahanan, Suriah menembak benda asing tersebut.(ULF)
Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, Ban menyatakan, "keprihatinan yang mendalam atas ditembak jatuhnya jet militer Turki dan dampak yang berpotensi serius untuk wilayah tersebut". Demikian yang dinyatakan Juru Bicara PBB Martin Nesirky dalam AFP, Ahad (24/6).
"Ia (Ban) memuji dan menghargai Turki karena bersedia menahan diri serta menghargai Turki dan Suriah atas kesediannya melakukan operasi penyelidikan bersama. Sekjen PBB tersebut mendesak agar kedua belah pihak tetap melanjutkan penanganan situasi itu secara diplomatis. Ban memberikan dukungan PBB dalam situasi-situasi yang sulit," tambah Nesirky.
Kabar terakhir, Turki berusaha meredakan ketegangan dengan mengakui bahwa jet F-4 Phantom mungkin telah melanggar wilayah udara Suriah sebelum ditembak jatuh pada Jumat lalu.
Sementara itu, Pemerintah Suriah tidak menganggap tembakan terhadap pesawat Turki itu adalah sebuah serangan yang disengaja. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi menyatakan, militer Suriah hanya melihat sebuah benda tidak dikenal masuk ke wilayah negaranya. Kemudian, sebagai aksi pertahanan, Suriah menembak benda asing tersebut.(ULF)