SHOWBIZ UNCENSORED: Pacarku Ternyata Tidak Menyukai Wanita (Bagian 2)

Showbiz Uncensored kali ini memasuki cerita bagian kedua. Bagaimana drama artis ini bergulir?

oleh Anjali LDiterbitkan 09 Januari 2020, 20:45 WIB
Showbiz Uncensored

Liputan6.com, Jakarta “Wow, apa gue melewatkan sesuatu?” tanyaku, pada Riga yang tampak panik lalu menutupi kekagetan dengan menenggak air mineral dalam botol. Dion juga syok, ia bergegas memungut jaketnya di lantai. Tanpa sepatah kata, Dion yang mengenakan celana pendek dan kaus hitam berjingkat keluar ruangan sambil menunduk.

Pandanganku mengikuti langkah pemuda berbadan tegap dengan kulit sawo matang ini. “Celana boxer-mu ketinggalan di sofa, tuh!” ketusku. Dion menoleh ke belakang lalu buru-buru mengambil pakaian dalamnya. Setengah berlari, Dion keluar kemudian menutup pintu dari luar. Aku kembali menatap Riga. Kali ini ia duduk sambil menarik napas panjang.

Aku meletakkan macaroni schotel di meja rias lalu duduk karena kaki mulai lemas. Perlahan terlintas wajah sejumah kru yang tadi menatapku dengan iba. Jangan-jangan mereka sudah tahu bahwa selama ini Riga sering mengundang laki-laki ke lokasi syuting tanpa sepengetahuanku. 


Kayak Dialog Sinetron

Ilustrasi Cinta (Sumber: Unsplash)

Dan jangan-jangan, Dion hanya salah satu dari sekian banyak koleksi Riga di belakangku? Pada detik itu, aku sudah tidak bisa berprasangka baik lagi pada Riga. Yang kunantikan satu, klarifikasi detail soal apa yang baru saja terjadi.

“Elina, aku bisa jelaskan semua ini,” Riga memulai pembicaraan sambil menatapku.

“Ini, kok kayak dialog sinetron atau film drama level FTV. Kalau ada cowok atau cewek kepergok mesra sama lawan jenis, mereka selalu bilang, ‘Aku bisa jelasin semua ini.’ Atau ngomong, ‘Ini enggak seperti yang lo lihat.’ Gue enggak ngerti jangan-jangan selama ini lo menganggap hubungan kita kayak sinetron stripping. Penuh kepura-puraan dan akan ada episode akhir yang entah kapan tayangnya,” jawabku, panjang.


Kenal di Kelab

Riga terdiam. Aku menuntut jawaban jujur, sepahit apa pun itu. Aku terus mendesaknya. Aku mengancam bakal terus di ruangan sampai ia berkata jujur. Sebenarnya, aku tak tahu pakaian dalam yang tergeletak di sofa itu milik siapa. Mengingat, di ruang artis kadang beberapa pemain ganti baju dalam satu ruangan.

Ndilalah, saat kutegur soal celana boxer, Dion malah berbalik dan mengambilnya. Lebih dari lima menit, kami saling diam. Aku terus menatap Riga dengan hati terendam kecewa. Sementara ia berpikir seolah sedang memilih kata yang pas.

Lanjut Baca:

“Aku kenal Dion saat lagi dugem di salah satu kelab di Gatot Subroto. Kami bertukar nomor ponsel. Enggak ada kecurigaan apa-apa sampai dia WhatsApp duluan. Habis itu dia ngajak ketemuan. Sejak itu memang jadi dekat, lalu…” Riga bercerita. Sampai di sini, aku tak mau dengar lagi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya