4 Penyu Ditemukan Mati Dekat PLTU Bengkulu

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Rabu pagi menemukan empat ekor penyu di sekitar pantai area pembuangan limbah bahang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu.

oleh Liputan6.com diperbarui 06 Des 2019, 02:00 WIB
Penyu belimbing (Dermochelys Coriacea) disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam. Salah satu tempat bertelurnya ada kawasan pantai Papua Barat. (www.worldwildlife.org)

Liputan6.com, Bengkulu - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Rabu pagi menemukan empat ekor penyu di sekitar pantai area pembuangan limbah bahang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu.

Dilansir Antara, Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Donald Hustasoit di Bengkulu mengatakan kasus kematian penyu ini bukan pertama yang pertama sejak PLTU batu bara Teluk Sepang beroperasi di lokasi itu.

Dari laporan masyarakat sebelumnya, empat ekor penyu juga ditemukan mati di lokasi tersebut sehingga saat ini total delapan penyu mati.

Saat ini, keempat penyu sudah diamankan di kantor BKSDA resor Pantai Panjang dan dokter hewan BKSDA segera melakukan pembedahan dan mengambil sampel mikropis.

Sementara warga Kelurahan Teluk Sepang, Rustam menyatakan kematian penyu secara beruntun di Pantai Teluk Sepang menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat sebab kejadian ini belum pernah terjadi hingga proyek PLTU batu bara berdiri di tepi pantai itu.

"Kami menduga kuat ini ada kaitannya dengan limbah bahang PLTU batu bara karena selama kami tinggal di Teluk Sepang ini, kejadian seperti ini tidak ada," ucapnya.

Rustam yang turut bersama petugas BKSDA mengangkut bangkai penyu ke kendaraan patroli mengatakan pemerintah harus segera mencari tahu penyebab kematian penyu tersebut.

 

Akhmad Mundzirul Awwal/PNJ

 

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya