Soal Pertemuan Nasdem-PKS, PDIP: Kalau Jadi Duri dalam Daging kan Menyakitkan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, setiap partai memiliki kedaulatan untuk bertemu dengan siapa saja.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 02 November 2019, 22:31 WIB
Sekjen Hasto Kristanto saat berdialog dengan elemen muda di DPP PDIP, Jakarta, Senin (7/1). Megawati bercerita tentang pengalaman hidup sebagai Ketum Partai dan Sebagai anak sosok seorang Proklamator Ir. Soekarno. (Liputan6.com/Johan Tallo)

 

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan PKS dan Nasdem menjadi sorotan publik. Kedua parpol ini dianggap akan menjadi 'batu hambatan' pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin, usai Gerindra bergabung ke pemerintah.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, setiap partai memiliki kedaulatan untuk bertemu dengan siapa saja. Namun untuk PDIP, skala prioritasnya bergerak ke bawah usai kabinet Jokowi jilid II terbentuk.

"Jadi, manuver dan pergerakan politik PDI Perjuangan itu ke bawah untuk menberikan dukungan terhadap kabinet baru yang terbentuk ini. Memberikan dukungan kepada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Sehingga apa yang dicita-citakan bersama dapat dicapai sepenuhnya," ungkap kata Hasto di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Meski demikian, kata dia, setiap partai punya kedaulatan di dalam menentukan arah dan strategi politiknya,. "Kami tidak bisa mencampuri atas apa yang dilakukan oleh partai lain," tukasnya.

Dia menuturkan, itu adalah pertemuan silahturahmi. Namun, jika ada yang mau jadi duri dalam daging, pasti menyakitkan.

"Kalau jadi duri dalam daging kan menyakitkan. Para elite masa mau saling menyakiti? Kan tidak. Para elite ini ingin menunjukkan bahwa berpolitik itu penuh dengan idealisme, berpolitik itu untuk membangun Indonesia yang lebih baik, lebih maju. Jadi jangan diisi politik dengan berbagai hal yang tujuannya bertentangan dengan hakikat politik itu," jelas Sekjen PDIP Hasto.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Punya Strategi Sendiri-Sendiri

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto memberi keterangan terkait Kongres V PDI Perjuangan tahun 2019 di Jakarta, Kamis (1/8/2019). Kongres dilaksanakan di Bali pada 8 Agustus 2019 dan mengambil tema Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sehingga, menurut dia, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa setiap partai memang punya strategi, punya cara dalam menunjukkan seluruh arahan politiknya.

"Tapi kalau bagai PDI Perjuangan, ya berpolitik itu dengan sebuah identitas, ideologi yang fokusnya adalah kerakyatan, kebangsaan dan membangun masyarakat yang makmur dan berkeadilan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya