Saat Pelanggar Lalu Lintas Dihukum Membaca Sumpah Pemuda

Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, memberikan hukuman membaca Sumpah Pemuda bagi para pelanggar lalu lintas.

oleh Liputan6.com diperbarui 28 Okt 2019, 12:00 WIB
Petugas Polantas dan Dishub memeriksa kelengkapan surat pengendara dalam Operasi Zebra Jaya 2018 di kawasan Cinere, Depok, Selasa (30/20). Gelar operasi zebra ini bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Pontianak - Ada yang unik saat Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar Operasi Zebra Kapuas, Senin (28/10/2019). Polisi memberikan hukuman membaca Sumpah Pemuda bagi para pelanggar lalu lintas.

Kasatlantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah di Pontianak mengatakan, hukuman atau sanksi membaca isi Sumpah Pemuda tersebut diberikan kepada pemuda atau siapa saja yang melanggar aturan lalu lintas sepanjang digelarnya Operasi Zebra Kapuas 2019 di wilayah Kota Pontianak.

"Sanksi juga diberikan kepada pemuda yang melanggar lalu lintas, apalagi bertepatan dengan momentum peringatan Ke-91 Sumpah Pemuda," ujarnya.

Tujuannya untuk mengingatkan kepada para pemuda tentang isi dari Sumpah Pemuda itu, serta untuk mengenang jasa para pejuang pemuda di masa lalu, katanya.

Data Satlantas Polresta Pontianak, mencatat hingga saat ini ada sekitar 700 pelanggaran lalu lintas yang digelar oleh jajaran Polresta Pontianak sepanjang Operasi Zebra Kapuas 2019 di wilayah Kota Pontianak.

"Pengendara roda dua menjadi pelanggar lalu lintas tertinggi dengan pemberian sanksi tilang karena tidak melengkapi surat-menyurat kendaraannya, seperti STNK, SIM dan lainnya," kata Salbiah

Sementara itu, Dede salah seorang pelanggar lalu lintas mengatakan, sanksi pembacaan isi Sumpah Pemuda bagi pelanggar lalu lintas oleh Satlantas Polresta Pontianak, cukup mendidik.

"Kami para pemuda mendukung langkah atau inovasi yang dikakukan oleh Satlantas Polresta Pontianak tersebut," katanya.

Sementara itu, di momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak para pemuda untuk tetap bersatu, peduli lingkungan dan peduli terhadap sesama.

Ia berharap para pemuda untuk terus berkreativitas serta berkontribusi dalam pembangunan dengan meningkatkan sumber daya manusia dan keterampilan yang dimiliki.

"Kita yakin di era tinggal landas ini pemuda-pemuda Kota Pontianak mampu untuk menjadi pemuda pelopor di segala bidang yang bisa meningkatkan peradaban dan kemajuan kota yang kita cintai ini," ujarnya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya