Kecelakaan Maut di Tol Trans Sumatera, 4 Meninggal 2 Bocah Selamat

Dua bocah yang terlibat kecelakaan maut di Tol Trans Sumatera dinyatakan selamat, meski terluka dan mendapat perawaran di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Metro, Bandarlampung,

oleh Liputan6.com diperbarui 19 Okt 2019, 16:00 WIB
Ilustrasi Kecelakaan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Bandarlampung - Meski terluka dan mendapat perawaran di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Metro, Bandarlampung, dua bocah yang terlibat kecelakaan maut di Tol Trans Sumatera dinyatakan selamat.

Dian Jani Prasinta (32) melihat Priscilia (9) dan Vania (2) dalam keadaan terluka duduk di pinggir jalan tol saat melewati jalan tersebut untuk mengikuti pelatihan di PGSD Universitas Lampung di Kota Metro.

"Saya itu mau ke Metro. Sampai TKP melihat Priscilia dengan berlumuran darah membawa adiknya ke pinggir jalan tol. Sementara sopir-sopir yang lewat hanya menjauhkan kedua anak itu dari mobil yang terbakar," katanya di Rumah Sakit Mardi Waluyo seperti dikutip Antara, Sabut (19/10/2019).

Dian kemudian meminta bantuan petugas kepolisian yang berada di tempat kejadian perkara untuk menaikkan kedua anak itu ke mobilnya supaya dia bisa membawa mereka ke rumah sakit.

"Karena saya kan berlawanan arah. Korban dari Kotabumi sedangkan saya mau ke Metro. Makanya saya minta tolong petugas kepolisian untuk menyeberangkan kedua anak tersebut dan membawa ke rumah sakit ini," katanya.

Selama di perjalanan, Dian sempat mengobrol dengan kedua anak itu dan mengetahui bahwa mereka bersama kedua orangtua, seorang bibi, dan seorang anak berusia tujuh tahun bernama Mikail sedang dalam perjalanan pulang dari menghadiri pesta di Kotabumi saat mengalami kecelakaan.

"Saat saya tanya tinggal dan sekolah, dia bilang tinggal di Kelurahan Talang dan tidak memiliki keluarga di sana, namun ada keluarga dari ibunya di Metro dan bapaknya di Kotabumi," kata Dian tentang obrolannya dengan Priscilia.

Priscilia, siswa kelas empat SDN Talang di Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, terluka bagian kepala dan tangannya dan adiknya Vania lecet kepalanya karena mobil yang mereka tumpangi bersama keluarga mereka mengalami kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera.

Keduanya sudah mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Mardi Waluyo di Kota Metro.

"Ini sudah datang keluarganya, tapi saya harus memastikan kondisinya baik," kata Dian, menambahkan bahwa sepengetahuan dia jasad korban kecelakaan yang meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Lampung.

Menurut Dian, Priscilia sampai saat ini belum mengetahui kondisi kedua orang tuanya. "Sudah bisa diajak ngomong, dia tidak tahu kondisi keluarganya," kata dia.

Sementara itu, Rohani, Kepala SDN 5 Talang, berusaha mencari keluarga muridnya setelah mendapat kabar muridnya mengalami kecelakaan.

"Saya dari Bandarlampung ke Metro untuk mencari keluarganya. Kalau tidak ada keluarga mau saya bawa ke rumah saya. Karena keluarganya itu pindah-pindah," katanya.

"Tapi sekarang sudah ada keluarganya," ia menambahkan.

Priscilia dan Vania saat ini sudah kerabat ke kediaman neneknya di Kota Metro.

Kerabat Pricilia, Eko Arianto, mengatakan bahwa anggota keluarganya melakukan perjalanan dari Bandarlampung menuju ke Kota Metro untuk bersilaturahim dengan keluarga.

Kecelakaan maut di KM 96 Jalan Tol Trans Sumatera yang melibatkan kendaraan Fuso dengan pelat bernomor BE 8794 HP dan mobil sedan dengan pelat bernomor BE 1230 BK menyebabkan empat dari enam penumpang mobil sedan meninggal dunia menurut Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung.

Menurut data Basarnas Lampung, korban yang meninggal dunia terdiri atas Hadi Prayitno (40), Elisabeth Yona (37), Kris (43), dan Mikail (7).

Simak juga video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya