Peluang Coutinho Kembali ke Premier League Masih Terbuka

Bayern Munchen disebut tak tertarik menebus Philippe Coutinho dari Barcelona. Hal itu membuat Philippe Coutinho berpeluang kembali ke Premier League.

oleh Aditya Wicaksono diperbarui 16 Okt 2019, 14:10 WIB
Pemain Bayern Munchen, Philippe Coutinho. (AFP/Federico Gambarini)

Munchen - Philippe Coutinho masih berpeluang kembali ke Premier League musim depan. Sebab, Bayern Munchen diragukan bakal menebus pemain asal Brasil itu dari Barcelona.

Coutinho bergabung ke Bayern Munchen dengan status pinjaman dari Barcelona. Bayern Munchen berpeluang menebus kepemilikan Coutinho jika bersedia membayar 120 juta euro.

Namun, jumlah tersebut dinilai terlalu tinggi. Harga Coutinho diprediksi tidak akan mencapai angka tersebut pada musim panas mendatang.

Di Bayern Munchen, Coutinho menunjukkan performa yang positif. Ia berhasil membuktikan kalau kariernya belum habis setelah ditebus Barcelona dari Liverpool pada Januari 2018.

Sebelumnya, Coutinho dinilai pembelian gagal di Barcelona. Padahal ia ditebus dengan harga 145 juta euro dan menjadi satu di antara pemain termahal di dunia.

Harga 120 juta euro dinilai akan memberatkan Bayern Munchen, sedangkan Barcelona tak berencana untuk mempertahankannya. Situasi itu membuat Philippe Coutinho berpeluang untuk memilih kembali ke Inggris.

2 dari 2 halaman

Rebutan Klub Inggris

Pemain Bayern Munchen, Philippe Coutinho. (AP/Matthias Schrader)

Philippe Coutinho masih memiliki daya tarik untuk klub-klub asal Inggris. Pada musim panas 2019, Manchester United, Tottenham Hotsur dan Arsenal mengincar jasa Coutinho.

Namun, tenggat transfer Premier League yang lebih cepat membuat transfer tidak terealisasi. Jika Coutinho memutuskan kembali ke Premier League pada musim mendatang, Manchester United dan Tottenham Hotspur dikabarkan masih berminat.

Selain itu, Liverpool juga disinyalir untuk menampung mantan bintangnya kembali.

Sumber: Mirror

Disadur dari Bola.com (Aditya Wicaksono / Benediktus Gerendo Pradigdo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya