Film Bebas: Penyuntingan Gambar yang Ciamik Membuat Cerita Bergerak Dinamis

Diadaptasi dari film Sunny yang laris di Korea Selatan, Bebas mampu berdiri sendiri.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 09 Oktober 2019, 13:40 WIB
Film Bebas (Instagram/ milesfilms)

Liputan6.com, Jakarta Yang ditawarkan Bebas bukan cuma kenangan. Selain menempatkan diri sebagai mesin waktu berbahan bakar nostalgia, Bebas adalah benih yang tumbuh menjadi pohon dengan dahan berupa sejumlah pertanyaan. Di antaranya, apakah kita telah menjadi diri sendiri?

Apakah cita-cita kita di era putih abu-abu telah terwujud atau malah berbelok arah? Pertanyaan lain, apakah urusan kita dengan diri sendiri telah selesai? Bebas membawa kita ke era 1990-an yang mengesankan dengan topik melintasi waktu dan ruang.

 

Bebas seperti pistol dengan sediaan banyak peluru (baca: kekuatan). Kekuatan pertama yang tak bisa dicuri dari Bebas, penyuntingan gambar yang teliti, lembut, dan menciptakan harmoni. Berkat penyuntingan gambar ciamik, alur cerita Bebas yang terdiri dua kurun waktu berbeda bergerak dinamis, enak diikuti, dan sejumlah lawakan pun bekerja efektif.

Lawakan bebas mewakili dua generasi berbeda. Jidat seluas Parkir Timur jelas milik generasi 1990-an. Gaya bicara sok Inggris dijamin bikin generasi Instagram terbahak.


Geng Bebas

Film Bebas (Instagram/ milesfilms)

Cerita Bebas berawal ketika Vina (Marsha Timothy) menengok ibunya (Sarah Sechan) di rumah sakit. Tak disangka pasien kanker di dekat kamar ibunda Vina adalah Kris (Susan Bachtiar), sahabatnya semasa SMA. Mendengar Kris hanya punya waktu dua bulan untuk hidup, Vina tergerak untuk mengumpulkan beberapa teman SMA. Vina lantas menghubungi Jessica (Indy Barends). Keduanya melacak keberadaan Jojo (Baim Wong) dan Gina (Widi Mulia) dengan bantuan Dedi (Edward Suhadi). Pencarian ini membuat Vina yang asli Sumedang terkenang masa SMA, tahun 1995.

Vina kala itu anak baru. Kedatangannya ke Jakarta disambut Kris (Sheryl Sheinafia), Gina (Zulfa Maharani), Jojo (Baskara Mahendra), Suci (Luthesa) dan Jessica (Agatha Pricilla). Mereka mendirikan geng Bebas, yang terinspirasi dari lagu Iwa K, yang diputar radio Prambors Rasisonia. Pencarian teman-teman SMA membuat Vina sadar, ada yang belum selesai dalam dirinya. Vina selama ini menerima apa pun yang terjadi dalam hidupnya hingga punya suami dan anak. Tak punya keberanian untuk bersikap, termasuk menyatakan cinta kepada seorang pria semasa SMA.

Lanjut Baca:

Perbedaan kurun waktu adalah celah yang dimanfaatkan Mira dan Gina untuk menumbuhkan para personel geng Bebas. Kita melihat Vina bertumbuh. Sama seperti Jessica yang bekerja di perusahaan asuransi, Jojo dan pasangannya, Gina dengan perubahan hidup yang dramatis, dan masih banyak lagi. Kita juga melihat ada hal-hal yang sejak dulu tak berubah seperti makanan favorit atau pekerjaan salah satu tokoh. Entah ini bentuk kesetiaan atau memang tak punya pilihan. Berubah atau tidak, itulah romantika hidup.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya