Derita Tim Nomaden Liga Inggris: Seperti Pindah Rumah 21 Kali dalam Semusim

Sudah 12 tahun Gloucester City harus bermain di luar kandang saat menjamu lawan-lawannya.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 03 Oktober 2019, 20:20 WIB
ilustrasi

Liputan6.com, Gloucester - Tim nomaden ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Nasib yang pernah dialami oleh Persija Jakarta ketika sempat terusir dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak ada apa-apanya dengan nasib yang menimpa salah satu tim amatir Inggris, Gloucester City.

Seperti dilansir BBC, tim yang sudah berusia 136 tahun itu merupakan satu dari 12 tim yang harus mengungsi saat banjir melanda stadion Meadow Park pada tahun 2007 lalu. Air bah yang datang kala itu telah menghancurkan markas dan stadion kebanggaan tim tersebut.

Tanpa markas permnen dan tempat penyimpanan barang, kit man Mike Nash harus  menaruh bola, corong, dan peralatan lain di halaman rumahnya. Sedangkan fisioterapis Chloe Lees terpaksa menaruh meja penangangan dari kamar ganti ke belakang mobilnya. 

"Ini seperti memindahkan rumah 21 kali dalam semusim," kata pimpinan klub, Alex Petheram. "Kami harus bermain kandang di lapangan orang yang terletak di daerah lain. Datang, persiapan, bermain, lalu berkemas dan pulang," beber Petheram menambahkan. 

Menjadi tim nomaden bukanlah pekerjaan mudah. Namun tidak ada pilihan, sejak 2007 tim yang berlaga di National League North itu harus melaluinya. Agar tetap mampu mengikuti kompetisi Gloucester City harus rela berbagi tempat dengan tim lain di luar daerahnya. 

Saat ini, tim berjuluk Macan itu bermarkas di kawasan perdagangan Evesham yang berlokasi di daerah Worcestershire. Jaraknya 25 mil atau 40,2 km dari kota asal Gloucester City.

"Anda harus benar-benar serius untuk mendukung tim yang melibatkan perjalanan 50 mil untuk partai kandang," kata Dave Jones, salah seorang pendukung veteran Gloucester.


Awal Petaka

Tim Gloucester City dalam sebuah pertandingan (Gloucester City)

Meski hanya tim amatir, pengelolaan Gloucester City masih lebih baik dari tim di Indonesia yang berlaga di kompetisi profesional sekalipun. Meski tdak mewah, setidaknya tim yang telah berdiri sejak 1883 itu sudah punya stadion kepunyaan sendiri, yakni Meadow Park.

Lokasinya di pinggiran kota, Hempsted. Kapasitas penonton tidak banyak, sekitar 3000-an.

Pada 28 April lalu, Gloucester City berhasil mengalahkan Clevedon 3-1 di Meadow Park sekaligus mengamankan posisi 10 di Southern League Premier Division. Hasil ini sekaligus menambah kepercayaan diri para fansnya menghadapi musim berikutnya.

Lanjut Baca:

Pada musim panas itu, suporter bahu membahu dengan manajer sebelumnya, Tim Harris mengecat stadion untuk persiapan musim berikutnya. "Itu terlihat lebih baik dari kapanpun," kenang suporter veteran Matt Clift. "Lalu datanglah banjir," katanya menambahkan. Pada 20 Juli 2007, hujan mengguyur Gloucestershire dan sekitarnya selama 12 jam nonstop. Dengan cepat banjir bandang pun melanda kawasan tersebut. Sekitar 1000 pengendara terjebak di jalanan dan 500 pengguna kereta harus bermalam di stasiun Gloucester. Kondisi Meadow Park? Benar-benar terendam hingga ketinggian 2,4 meter. "Saya tidak bisa ke kantor karena banjir, jadi saya dan beberapa orang membantu memindahkan barang apa saja dari stadion," kata Clift menambahkan. "Kami berusaha memasukkan barang sebanyak mungkin ke dalam mobil sebelum banjir menggenangi stadion itu. Hari berikutnya, kami datang untuk mengambil gambar dan air sudah setinggi pinggang orang dewasa," ujar suporter veteran tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya