Polri Tegaskan Kelompok Pemberontak di Papua yang Terafiliasi ISIS Beda dengan KKB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, kedua kelompok di Papua ini memiliki perbedaan prinsip.

oleh Liputan6.com diperbarui 06 Sep 2019, 19:33 WIB
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo memberi keterangan terkait penangkapan terduga teroris di Jakarta, Senin (6/5/2019). Sebelumnya, Densus 88/Anti Teror meringkus tujuh orang kelompok JAD jaringan Lampung dan menyita sejumlah barang bukti. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menegaskan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berbeda dengan kelompok pemberontak di Papua yang terafiliasi dengan organisasi radikal ISIS.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, keduanya memiliki perbedaan prinsip.

"Mereka ini beda haluan," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (6/9/2019).

Menurut dia, kelompok yang terafiliasi dengan ISIS di Papua ini teridentifikasi dari Jamaah Ansharut Daulah.

"Ya betul, jaringan ISIS ada di Papua. Sudah dideteksi sekitar 2 tahun belakangan ini. Cuma dia aktifnya dalam 1 tahun belakangan ini," ucap dia.

Namun, Dedi mengatakan, pihaknya masih mendalami keterlibatan kelompok ini dengan kerusuhan.

"Apakah ada keterkaitan atau tidak tentunya Polri masih mendalami dan berdasar pada fakta hukum. Nanti dari Densus akan melihat apakah ada fakta hukum keterkaitannya dari beberapa jaringan ISIS di Papua maupun di Papua Barat terkait menyangkut masalah kerusuhan ini atau tidak," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya