Diguncang Gempa 81 Kali, Warga Bogor hingga Kini Enggan Pulang

Petugas BMKG menjelaskan gempa di Kampung Citalahab merupakan gempa swam, gempa yang magnitudonya kecil dengan frekuensi banyak yang diakibatkan sesar cluster Bogor.

oleh Maria FloraDiterbitkan 27 Agustus 2019, 14:53 WIB

Liputan6.com, Bogor - Ratusan warga Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa harus bertahan di tenda pengungsian. Warga takut sejak 81 kali gempa mengguncang lingkungan tinggal mereka dalam sepekan terakhir.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (27/8/2019), gempa terjadi hampir setiap hari dan waktunya tidak bisa diprediksi.

Petugas BMKG Jawa Barat menjelaskan gempa di Kampung Citalahab merupakan gempa swam, gempa yang getarnya atau magnitudonya kecil dengan frekuensi banyak yang diakibatkan sesar cluster Bogor.

"Gempa bumi ini adalah gempa bumi swam, gempa yang berkali-kali, namun magnitudonya kecil," kata staff observasi gempa bumi BMKG Jabar Bahi Prasetyo.

Bupati Bogor juga sudah datang ke lokasi pengungsian dan melihat kondisi 172 keluarga di sini.

Bupati berjanji akan terus memantau bantuan untuk korban gempa dan meminta BMKG memastikan kapan warga bisa kembali ke rumah.

Dari pantauan BMKG, Kabupaten Bogor sebenarnya merupakan daerah yang berpotensi rawan gempa bumi karena dikelilingi bukit dan gunung yang termasuk kategori aktif. (Rio Audhitama Sihombing) 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya