Inovasi Pemuda Aceh Kembangkan Pupuk Organik Dinosaurus

Nama pupuk organic Dinosaurus itu terinspirasi dari tanaman-tanaman zaman dahulu yang dapat tumbuh besar dan subur dengan bahan-bahan alami.

oleh Liputan6dotcom diperbarui 08 Agu 2019, 06:34 WIB
Hasil pupuk organik di Aceh

 

Liputan6.com, Jakarta - Social entrepreneurship kini semakin marak diminati oleh generasi muda. Selain menghasilkan keuntungan, mereka juga berharap dapat membantu sesama melalui produk yang dibuatnya. Pebisnis muda asal Peunayong, Banda Aceh, Freddy Wijaya (27) salah satunya dengan pupuk organik cair (POC) andalannya.

Berawal dari niat membantu para petani di daerah Flores NTT bersama teman-temannya pada 2015 lalu, kini pupuk Dinosaurus sudah tersebar di banyak daerah di Indonesia.

“Belum genap setahun, sudah banyak pemesanan dari Bandung, Bogor, Medan hingga Padang dan Gorontalo, dan masih banyak lagi,” ujar Freddy.

Nama Dinosaurus itu terinspirasi dari tanaman-tanaman zaman dahulu yang dapat tumbuh besar dan subur dengan bahan-bahan alami. Berbeda dengan pupuk berbahan kimia yang dapat mengurangi kualitas tanah, pupuk berbahan organik dan mikroba dapat secara alami mengembalikan unsur hara yang telah tereksploitasi selama ini sehingga tanah kembali menjadi subur.

“Terbukti di lapangan, setelah petani menggunakan pupuk Dinosaurus, profil tanaman tampak meraksasa, daun lebar, buah besar-besar dan batang kokoh” sambung Freddy

Meski fenomenal, POC ini dijual dengan harga murah. Menurut Freddy, keuntungan bukanlah menjadi tujuan satu-satunya. Selain terjangkau oleh para petani, pupuk ini juga memberikan banyak nilai tambah karena efektif dalam menyuburkan tanah.

“Petani di NTT berhasil panen padi sebanyak 11 ton, naik hampir 40 persen dari panen sebelumnya yang hanya mampu 7 ton. Itu termasuk hasil panen yang tinggi,” katanya.

Menariknya, pupuk Dinosaurus juga menyasar tren bercocok tanam  dan berkebun di kalangan milenial. Hal ini bisa dilihat dari kemasan produknya yang terkesan modern. Selain itu pupuk Dinosaurus juga tersedia online untuk proses poembelian yang praktis.

“Saya berharap sektor pertanian ini tidak ditinggalkan oleh kalangan muda. Bahkan saya berharap kita lah yang muda-muda mampu menggerakkan potensi agraris di Indonesia sehingga sektor pertanian semakin maju dan mantap dalam menembus pasar ekspor,” kata alumnus UGM itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya