Sragen Kembangkan Desa Wisata Betisrejo

Tiga Desa di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen yaitu Sukorejo, Jambean dan Jetis untuk ke depannnya akan dijadikan Kawasan Desa Wisata Pertanian Organik Terpadu dengan sebutan Desa Wisata Betis Rejo.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Mei 2012, 14:55 WIB
Citizen6, Sragen: Tiga Desa di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen yaitu Sukorejo, Jambean dan Jetis untuk ke depannnya akan dijadikan Kawasan Desa Wisata Pertanian Organik Terpadu dengan sebutan Desa Wisata Betis Rejo. Tidaklah berlebihan karena tiga Desa tersebut, memilki topografi tanah berbukit serta mempunyai pemandangan alam yang cukup elok untuk dinikmati. Di kanan kiri jalan yang berkelok-kelok terlihat hamparan sawah yang terletak di lereng perbukitan yang berhawa sejuk. " Ketiga desa tersebut nantinya akan dikemas dalam paket wisata desa Organik Betis Rejo singkatan dari Jambeyan, Jetis dan Sukorejo, " ucap Bupati ketika berkunjung ke daerah tersebut beberapa waktu lalu.

Tidaklah salah bila ketiga desa tersebut dijadikan desa wisata organik. Lantaran air sungai yang mengairi persawahan yang terletak di dataran yang cukup tinggi ini belum terkontaminasi dengan pupuk dan obat-obatan kimia. Sehingga label pertanian organik masih bisa dimungkinkan untuk pertanian tersebut.

Di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dan Kabupaten Karanganyar ini, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara bisa menginap di rumah-rumah penduduk yang banyak dijadikan homestay. Namun jangan memimpikan fasilitas yang disediakan akan seperti hotel berbintang, karena memang tamu yang menginap akan disuguhkan akan keaslian penghidupan masyarakat setempat.

Kesederhanaan dan Kealamiahan inilah yang menjad icon yang bisa menjadi nilai jual, seperti yang menjadi impian Bupati Sragen Agus Fatchurrahman. Untuk itu Bupati menghimbau kepada seluruh warga desa agar melestarian kealamiahan desanya. Karena wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut ingin menikmati kealamihan dan suasana pedesaan. " Wisatawan yang berkunjung kesini akan disuguhi dengan kealamiahan, mereka bisa menikmati nikmatnya makan bersama penduduk desa, " papar Bupati Sragen.

Selain pertanian padi organik, di desa berpenduduk 2.697 jiwa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani saat ini baru dikembangkan tanaman buah-buahan. " Tanah-tanah pekarangan milik penduduk nantinya agar ditanami buah-buahan, sehingga lima atau sepuluh tahun kedepan, di desa ini diharapkan akan menjadi pusat buah-buahan di Kabupaten Sragen, " himbau Bupati.

Pengembangan desa wisata ini digarap melalui Program Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) yang merupakan program Pemerintah Propinsi Jawa Tengah yang diintegrasikan pada kegiatan FEDEP di 35 kabupaten atau kota. Sementara Pemkab Sragen melalui Bappeda, dengan pendampingan dari BDS Dinamika Lintasnusa Initiative, telah melaksanakan empat tahapan PEL. Saat ini telah sampai pada Penyusunan Rencana Bisnis dan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) di antaranya produksi dan pemasaran pupuk dan padi organik, serta agro-farmaka organik.

Dengan ditetapkannya tiga desa tersebut sebagai desa wisata diharapkan ke depan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Penghasilan warga tentu akan bertambah bila desa wisata nanti banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. " Saya menginginkan setiap wisatawan yang berkunjung ke Sangiran juga akan berkunjung ke desa wisata ini, " kata Bupati. (Pengirim: Sapto T Poedjanarto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya