Liputan6.com, Bogor: Proses pencarian dan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 menarik perhatian warga. Keramaian ini pun dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk berjualan di posko pencarian di Kampung Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor.
Kehadiran warga seperti halnya para wisatawan yang sedang bertamsya. Mereka datang membawa keluarga, sekaligus mencari tahu seputar evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.
Anak-anak yang selama ini jarang menyaksikan helikopter juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk bisa melihat dari dekat. Padahal jarak dari rumah mereka ke lokasi ini tidaklah dekat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menyempatkan diri manfaatkan situasi dengan berfoto-foto berlatar belakang helikopter milik TNI.
Suasana keramaian juga dimanfaatkan pedagang kecil dengan menyediakan makanan dan minuman. Sasaran mereka adalah warga yang datang berkunjung dan petugas yang belum mendapat kiriman logistik. Yusuf, penjual makanan mengaku, selama beberapa hari berjualan, omzetnya relatif besar dibanding hari-hari biasa.
Sayangnya, pengunjung seringkali lupa dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kawasan yang sebelumnya bersih dari sampah kini mulai kotor. Sampah berserakan di mana-mana. Beruntung ada pemulung yang memungut sampah dan menjualnya ke tempat penampungan.(ULF)
Kehadiran warga seperti halnya para wisatawan yang sedang bertamsya. Mereka datang membawa keluarga, sekaligus mencari tahu seputar evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.
Anak-anak yang selama ini jarang menyaksikan helikopter juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk bisa melihat dari dekat. Padahal jarak dari rumah mereka ke lokasi ini tidaklah dekat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menyempatkan diri manfaatkan situasi dengan berfoto-foto berlatar belakang helikopter milik TNI.
Suasana keramaian juga dimanfaatkan pedagang kecil dengan menyediakan makanan dan minuman. Sasaran mereka adalah warga yang datang berkunjung dan petugas yang belum mendapat kiriman logistik. Yusuf, penjual makanan mengaku, selama beberapa hari berjualan, omzetnya relatif besar dibanding hari-hari biasa.
Sayangnya, pengunjung seringkali lupa dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kawasan yang sebelumnya bersih dari sampah kini mulai kotor. Sampah berserakan di mana-mana. Beruntung ada pemulung yang memungut sampah dan menjualnya ke tempat penampungan.(ULF)