Kerennya Lampu Tidur Kayu dari Limbah Peti Kemas

Memanfaatkan limbah kayu palet atau limbah peti kemas di pelabuhan bisa menambah nilai ekonomi seperti yang dilakukan Anang Ali Husein owner Kamar Kayu.

oleh Yanuar HDiterbitkan 25 Juli 2019, 19:00 WIB
Kamar Kayu menjadi UMKM yang merubah limbah kayu dari peti kemas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Mulai dari lampu tidur hingga karya kaligrafi dari kayu.

Liputan6.com, Yogyakarta - Memanfaatkan limbah kayu palet atau limbah peti kemas di pelabuhan bisa menambah nilai ekonomi seperti yang dilakukan Anang Ali Husein owner Kamar Kayu. Berawal dari banyaknya material bahan baku kayu yang ada di pelabuhan membuatnya memutar otak agar menghasilkan karya nan cantik dan bernilai ekonomis seperti lampu tidur kayu.

"Kita dari kayu semua, limbah peti kemas palet. Material dari Jakarta dan Surabaya di Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Kalau tahu bahannya pasti sudah dibakar ya," katanya kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Limbah kayu itu kini sudah menjadi beberapa produk yang bisa dijual seperti jam dinding, meja, tempat tisu, lampu tidur kayu dan perabot rumah tangga. Ia memulai usahanya di bidang home decor kemudian merambah bisnis limbah kayu ini.

"Sekarang produknya sekitar 200-an macamnya," katanya.

Anang menjelaskan lokasi workshop-nya ada di Kali Pentung, Kali Tirto, Berbah, Sleman. Setiap hari setidaknya ada 5 karyawan membuat produk miliknya. Tidak kurang 10 produk dapat dihasilkan dari limbah kayu peti kemas ini seperti lampu tidur kayu.

"Saya dulu sendiri, sekarang saya dibantu karyawan. Saya lebih ke pemasaran," katanya.

Produknya cukup tinggi nilai ekonomisnya. Harga produknya mulai dari Rp50 ribu hingga Rp2 juta. "Lampu tidur kayu itu sekitar Rp175 ribu. Paling murah Rp50 ribu seperti kotak pensil. Paling mahal Rp2 juta. Biasanya lukisan kaligrafi," katanya.

Keunikan Produk Limbah Peti Kemas

Kamar Kayu menjadi UMKM yang merubah limbah kayu dari peti kemas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Mulai dari lampu tidur hingga karya kaligrafi dari kayu.

Setiap produk kerajinan yang dihasilkan Kamar Kayu memiliki ciri khas atau keunikan masing-masing. Anang menjelaskan keunikan produk kerajinannya ada pada karyanya yang semuanya buatan tangan.

"Kita pakai lukis tangan. Beda dari lainnya," katanya.

Kerajinan miliknya banyak diminati masyarakat di Indonesia. Produk lampu tidur dan jam dinding dari limbah kayu peti kemas menjadi yang paling dicari pembeli.

"Nasional pemasarannya. Paling jauh ya ke luar negeri. Semuanya ide kreatif saya," katanya.

Walaupun produknya mulai dikenal dan diminati masyarakat, tetapi ia terkendala SDM. Sebab, SDM di bidang kerajinan seperti miliknya minim peminat.

"Kendala SDM itu paling susah, karena kita di kayu itu sudah susah. Kayu itu susah apalagi di kerajinan itu lebih susah harus sabar, detail, dan rajin," katanya.

Menurutnya, semakin kecil produk yang dihasilkan maka semakin teliti ketika membuatnya. Terlebih, prosesnya yang panjang mulai berminggu-minggu untuk membuat karya bernilai ekonomis.

"Panjang prosesnya, ada metode penyambungan, dan lain-lain. Saya belajar autodidak itu kenapa saya tertarik walaupun saya dari jurusan automotif," katanya.

Namun begitu, ia sedikit lega karena dari sisi material tidak ada masalah karena jumlahnya banyak.

"Sortir, pertama itu kayu bekas karena tidak semua sesuai standar kita. Kita cari yang terbaik. Paling yang kepakai 80 persen yang 20 persen kita buang karena kita tidak bisa request kan," ujarnya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya