FOTO: Denyut Planetarium Jakarta yang Terancam Berhenti

Pertunjukan Planetarium dan Observatorium Jakarta terancam tutup akibat perusahaan teknologi Carl Zeiss tidak lagi menjual suku cadang utama, dimmer dan star ball.

oleh Arnaz Sofian diperbarui 24 Jul 2019, 20:52 WIB
Denyut Planetarium Jakarta yang Terancam Berhenti
Pertunjukan Planetarium dan Observatorium Jakarta terancam tutup akibat perusahaan teknologi Carl Zeiss tidak lagi menjual suku cadang utama, dimmer dan star ball.
Star ball memproyeksikan pergerakan galaksi di ruang pertunjukan Planetarium Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertunjukan Planetarium dan Observatorium Jakarta terancam tutup akibat perusahaan teknologi Carl Zeiss tidak lagi menjual suku cadang utama, dimmer dan star ball. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Teknisi memeriksa proyektor bintang sebelum dioperasikan jelang pertunjukan di Planetarium Jakarta, Rabu (24/7/2019). Tutupnya perusahaan penyedia suku cadang Planetarium dan Observatorium Jakarta membuat pertunjukan hanya digelar dua kali dari biasanya tujuh kali sehari. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Star ball memproyeksikan pergerakan galaksi di ruang pertunjukan Planetarium Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertunjukan Planetarium dan Observatorium Jakarta terancam tutup akibat perusahaan teknologi Carl Zeiss tidak lagi menjual suku cadang utama, dimmer dan star ball. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Kondisi bangku penonton yang tidak terawat terlihat di ruang pertunjukan Planetarium Jakarta, Rabu (24/7/2019). Selain masalah suku cadang alat utama, tidak terawatnya fasilitas menyebabkan jumlah pengunjung Planetarium dan Observatorium Jakarta semakin sepi. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Pengunjung melihat koleksi di ruang pameran Planetarium Jakarta, Rabu (24/7/2019). Tutupnya perusahaan penyedia suku cadang Planetarium dan Observatorium Jakarta membuat pertunjukan hanya digelar dua kali dari biasanya tujuh kali sehari. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Penampakan gedung Planetarium Jakarta, Rabu (24/7/2019). Selain masalah suku cadang alat utama, tidak terawatnya fasilitas menyebabkan jumlah pengunjung Planetarium dan Observatorium Jakarta semakin sepi. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya