Seorang ibu mengisi air pada antrean jeriken di sumur Masjid di Kampung Citapen, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)
Seorang ibu mengisi air pada antrean jeriken di sumur Masjid di Kampung Citapen, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)
Seorang ibu mengisi air pada antrean jeriken di sumur Masjid di Kampung Citapen, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)
Seorang ibu mengisi air pada antrean jeriken di sumur Masjid di Kampung Citapen, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)
Anak-anak mandi dan mencuci pakaian aliran irigasi yang tersisa di kawasan Cicadas, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga mencuci pakaian dan mengambil air aliran irigasi yang tersisa di kawasan Cicadas, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)
Seorang anak mengisi air di aliran irigasi yang tersisa di kawasan Cicadas, Desa Weninggalih, Bogor, Rabu (24/07/2019). Sekitar 4000 jiwa warga Desa Weninggalih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau sejak tiga bulan terakhir. (merdeka.com/Arie Basuki)