Kualifikasi Piala Dunia dan Cerita Pengorbanan Timnas Indonesia untuk Palestina

Langkah timnas Indonesia menuju Piala Dunia terhenti demi solidaritas untuk Palestina.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 18 Juli 2019, 19:40 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, tengah memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Jumat (7/6/2019). (Bola.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia akan tampil pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Tim Merah Putih bergabung di Grup G bersama, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

Ini merupakan kualifikasi Piala Dunia yang pertama diikuti Timnas Indonesia setelah delapan tahun absen. Di laga perdana, Tim Merah Putih langsung menjamu musuh bebuyutan, Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 5 September 2019. 

Publik tentu berharap, Tim Merah Putih mampu membuat kejutan pada ajang ini dan syukur-syukur bisa melaju hingga ke babak utama Piala Dunia 2022. Namun ini bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Tim Merah Putih bila melihat kekuatan tim-tim yang menghuni Grup G.

Thailand belakangan ini telah menjelma sebagai raksasa Asia Tenggara. Vietnam juga tengah naik daun dan menjuarai Piala AFF edisi 2018. Sementara kekuatan Uni Emirat Arab, sudah berada di level Asia. Satu-satunya tim yang dianggap sepadan, tinggal Malaysia.

Sejak 1950, Timnas Indonesia sudah berulang kali berupaya menembus Piala Dunia. Sayang, langkah Tim Merah Putih selalu kandas. Satu-satunya jejak yang terukir di babak utama justru diraih saat Indonesia belum merdeka dengan nama Hindia Belanda.

Pada Piala Dunai 1938, Hindia Belanda berhasil melaju ke babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan oleh Hongaria dengan skor telak 0-6.  

 

 


Singkirkan Tiongkok

Suporter Timnas Indonesia memberikan dukungan saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Langkah Timnas Indonesia juga sempat menjanjikan di babak kualifikasi Piala Dunia 1958. Rintangan yang harus dilalui juga tidak terlalu panjang. Namun asa pasukan Merah Putih harus kandas oleh kebijakan luar negeri yang diambil pemerintah Indonesia saat itu.

Dikutip dari berbagai sumber, FIFA masih menempatkan Afrika dan Asia dalam satu zona kualifikasi. Setelah menolak keikutsertaan Etopia dan Korea Utara, FIFA kemudian menetapkan para peserta bertarung kandang dan tandang dengan sistem gugur.

Mundurnya Chinese Taipe dari babak penyisihan membuat Tiongkok bertemu Indonesia di grup 1. Di bawah asuhan Toni Pogacknik, Indonesia menang 2-0 saat tampil Stadion Ikada, Jakarta, 12 Mei 1957. Dua gol Indonesia dicetak Ramang, yakni menit ke-47 dan 80'.

Lanjut Baca:

Sayang saat bertandang ke Tiongkok sebulan kemudian, Indonesia menyerah 3-4. Hasil ini membuat kedua tim menjalani satu pertandingan lagi untuk menentukan pemenang. Duel berlangsung di tempat netral, Myanmar. Kedua tim bermain imbang 0-0, tapi Timnas Indonesia berhak melaju ke babak berikutnya setelah unggul agregat gol atas Tiongkok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya