Pengamat: Jatuhnya SSJ-100 Murni Kecelakaan

Pengamat penerbangan Samudra Sukardi menilai tragedi jatuhnya pesawat SSJ-100 di Gunung Salak murni kecelakaan. Sedangkan mantan Menhub Hatta Rajasa berharap masyarakat tidak berspekulasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Mei 2012, 04:58 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Rute penerbangan pesawat Sukhoi SuperJet 100 milik Rusia dinilai pilot senior Jefferey Adrian sebagai jalur yang wajar, termasuk permintaan pilot menurunkan ketinggian pesawat. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pesawat, seperti peralatan pendukung penerbangan di Indonesia. Demikian disampaikannya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu, (12/5).

Sementara pengamat penerbangan Samudra Sukardi menilai jatuhnya pesawat Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, merupakan koreksi terhadap sistem penerbangan di Indonesia, karena banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk infrastruktur sistem komunikasi dan fasilitas penerbangan.

Terkait adanya dugaan sabotase karena persaingan bisnis, menurut Sukardi hal itu terlalu dibesar-besarkan. Menurutnya, tragedi SSJ-100 di Gunung Salak murni kecelakaan. Namun, untuk mencegah terulangnya kecelakaan, Sukardi menambahkan perlunya perbaikan pada sistem penerbangan  di Indonesia, termasuk tingkat kedisiplinan otoritas bandara dan maskapai penerbangan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan secara  internasional.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menyerahkan sepenuhnya proses investigasi terkait jatuhnya pesawat SSJ-100 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Hatta yang ditemui kemarin di Bandung, Jabar, berharap masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat buatan Rusia ini.(ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya