Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Rusia mengklaim tidak ada kesalahan teknis pada pesawat Sukhoi Superjet100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Sebab, pesawat yang dapat mengangkut 98 penumpang itu telah dilengkapi teknologi canggih dan sudah melakukan persiapan yang baik.
"Buktinya pada uji coba pertama pesawat berpenumpang 98 orang itu tidak mengalami kendala," kata Wakil Menteri Perdagangan Rusia Yuri Slyusar dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (11/5).
Untuk itu, kata Yuri, untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat sebaiknya menunggu hasil investigasi kecelakaan ini. Yuri menegaskan hasil investigasi tersebut akan diberikan dalam waktu dekat. "Kita akan selidiki dalam waktu dekat supaya bisa peroleh alasan yang benar," jelasnya.
Yuri mengaku mengenal baik secara pribadi pilot Alexander Yablontsev yang menerbangkan pesawat nahas itu. Menurutnya, Alexander merupakan salah satu pilot terbaik Rusia. "Dia yang membawa Sukhoi dari zero sampai memiliki sertifikat. Dia penerbang yang mahir," kenangnya. (APY/YUS)
"Buktinya pada uji coba pertama pesawat berpenumpang 98 orang itu tidak mengalami kendala," kata Wakil Menteri Perdagangan Rusia Yuri Slyusar dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (11/5).
Untuk itu, kata Yuri, untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat sebaiknya menunggu hasil investigasi kecelakaan ini. Yuri menegaskan hasil investigasi tersebut akan diberikan dalam waktu dekat. "Kita akan selidiki dalam waktu dekat supaya bisa peroleh alasan yang benar," jelasnya.
Yuri mengaku mengenal baik secara pribadi pilot Alexander Yablontsev yang menerbangkan pesawat nahas itu. Menurutnya, Alexander merupakan salah satu pilot terbaik Rusia. "Dia yang membawa Sukhoi dari zero sampai memiliki sertifikat. Dia penerbang yang mahir," kenangnya. (APY/YUS)