Pengamat: Mengapa Pesawat Terbang Rendah?

Rute yang dilalui pesawat Sukhoi Superjet 100 saat melakukan demo penerbangan (joy flight) merupakan rute aman, karena sudah lazim dilalui. Dari segi teknologi pun, Sukhoi sudah sangat memadai untuk melewatu jalur itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Mei 2012, 12:17 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Rute yang dilalui pesawat Sukhoi Superjet 100 saat melakukan demo penerbangan (joy flight) merupakan rute aman, karena sudah lazim dilalui. Dari segi teknologi pun, Sukhoi sudah sangat memadai untuk melewatu jalur itu.

Demikian dikatakan pengamat penerbangan Dudi Sudibyo di Jakarta, Jumat (11/5). "Namun, keputusan menurunkan ketinggian pesawat dari 10.000 kaki menjadi 6.000 kaki patut dipertanyakan," tegasnya.

Meski rute melewati Gunung Salak merupakan rute aman dan lazim dilalui, kenyataanya sejumlah kecelakaan pesawat kerap terjadi di kawasan itu. Dalam sepuluh tahun terakhir, sedikitnya tujuh pesawat jatuh di Gunung Salak. Dari tujuh kecelakaan itu, 82 orang tewas.

Dalam rangka promosi, pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan demo penerbangan (joy flight) dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Pesawat itu menggunakan jalur Jakarta-Pelabuhan Ratu, dengan melewati Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat [baca: Pesawat Sukhoi Rusia Jatuh di Gunung Salak].(ASW/SHA)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya