4 Malam Ajaib Liverpool di Pentas Eropa Sebelum Singkirkan Barcelona

Liverpool akhirnya melaju ke babak final Liga Champions setelah mengalahkan Barcelona 4-0 di Anfield, Rabu dini hari WIB (8/5/2019).

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 08 Mei 2019, 16:20 WIB
Striker Liverpool Divock Origi berselebrasi dengan Xherdan Shaqiri setelah mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga kedua semifinal Liga Champions di Anfield, Selasa (7/5/2019). (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool lolos ke babak final Liga Champions 2018/19 usai menjungkalkan Barcelona 4-0, Rabu (8/5/2019). Ini menjadi salah satu comeback luar biasa di pentas Eropa karena pada leg pertama babak semifinal sebelumnya, The Reds sempat kalah 0-3 di Camp Nou. 

Liverpoolmenjamu Barcelona di Stadion Anfield tanpa kehadiran Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Namun racikan Jurgen Klopp dan semangat tempur para pemain The Reds mampu meredam permainan Barcelona yang datang dengan kekuatan terbaiknya. 

Kegigihan pemain Liverpool akhirnya terbayar lewat empat gol yang bersarang ke gawang Barcelona. Masing-masing dicetak oleh Divock Origi (2gol) dan Georgino Wijnaldum (2 gol).

Berkat kemenangan ini, Liverpool berbalik unggul agregat 4-3 atas Barcelona dan berhak atas tiket ke final yang akan berlangsung di Madrid, Spanyol, 1 Juni mendatang. Pada partai puncak nanti, Liverpool akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur atau Ajax Amsterdam.

Keberhasilan ini sekaligus menambah panjang deretan malam-malam magis yang pernah dilalui Liverpool di pentas Eropa. Berikut ini lima comeback terbaik Liverpool lainnya:

 


Perempat Final Liga Europa 2016

Philippe Coutinho pernah menjadi pahlawan comeback Liverpool di Liga Europa 2016. (AFP/Oli Scarff)

Setelah bermain imbang 1-1 melawan Borussia Dortmund di leg pertama, Dortmund sempat unggul 2-0 lewat hanya sembilan menit leg kedua berlangsung. Marco Reus kemudian mengubah kedudukan menjadi 3-1 setelah Divock Origi berhasil memperkecil ketertinggalan.

Tertinggal 2 gol tidak membuat Liverpool patah arang. Phillipe Coutinho dan Mamadou Sakho akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum tandukan Dejan Lovren di depan publik Kopites mengubah kedudukan menjadi 4-3 dan membawa Liverpool ke semifinal. 

 Liverpool 4-3 Borussia Dortmund (5-4).

 


Penyisihan Grup Liga Champions 2005

Steven Gerrard memutuskan pergi dari Liverpool dan bergabung dengan LA Galaxy, setelah jarang dimainkan pelatih Brendan Rodgers. Gerrard telah bermain selama 17 tahun bersama The Reds. (AFP/Glyn Kirk)

Setelah start yang lambat, Liverpool membutuhkan kemenangan saat bertemu Olympiacos untuk bisa melewat fase grup. Namun Rivaldo mencetak gol dan membuat Liverpool butuh keajaiban untuk mengejar kemenangan dengan selisih dua gol demi tiket ke babak 16 besar.

Florent Sinama Pongolle masuk dari bangku cadangan dan berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Neil Mellor membawa Liverpool berbalik unggul 2-1.

Steven Gerrard akhirnya mengubah malam Liverpool. Lewat sepakan jarak jauh, Gerrard menjebol gawang lawan dan membawa The Reds memimpin 3-1 atas Olympiacos sekaligus memperpanjang nafas pada kompetisi paling elite di Benua Biru itu. Keajaiban ini dilanjutkan dengan keberhasilan Liverpool mengangkat trofi pada musim tersebut.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya