Piala Presiden 2019: Adu Kuat Pemain Asing Arema FC vs Persebaya

Kontribusi pemain asing bagi Arema FC dan Persebaya cukup berbeda di Piala Presiden 2019.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 12 April 2019, 13:35 WIB
Duel pemain asing Arema FC vs Persebaya Surabaya.. (Bola.com/Dody Iryawan)

Jakarta Arema FC akan menjalani duel penentuan melawan Persebaya Surabaya di leg kedua final Piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar. Kedua tim punya senjata pemain asing yang bakal diandalkan, meski kualitasnya berbeda.

 Arema dan Persebaya, yang sudah bermain imbang 2-2 di leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4/2019), akan memainkan laga final kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019), untuk menentukan siapa yang berhak menjadi juara.

Duel dua tim yang memiliki pemain-pemain terbaik tersaji begitu menarik di leg pertama final, dan dipastikan akan semakin menarik di leg kedua. Kualitas para pemain dari kedua tim tak perlu diragukan lagi, termasuk para pemain asing yang memiliki peran penting bagi kedua tim.

Namun, boleh dikatakan memang ada perbedaan yang cukup signifikan jika bicara membandingkan antara pemain asing di Arema dan Persebaya jika membahasnya per lini di lapangan hijau. Sebagai contoh dalam hal mencetak gol, di mana pemain asing Persebaya jauh lebih berkontribusi ketimbang yang dimiliki Arema.

Jelang pertandingan leg kedua final Piala Presiden 2019, Bola.com membahas bagaimana perbandingan pemain-pemain asing dari kedua finalis ini, dari lini belakang hingga lini depan.

 


Arthur Cunha dan Otavio Dutra

Pemain Arema FC, Arthur Cunha, mengontrol bola saat latihan di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (29/3). Latihan ini persiapan jelang perempat final Piala Presiden 2019 melawan Bhayangkara FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Arthur Cunha dan Otavio Dutra merupakan dua benteng kukuh di masing-masing tim yang bertanding di final Piala Presiden 2019. Keduanya terkenal garang dan mampu memberikan rasa takut kepada striker tim lawan untuk merangsek masuk ke dalam area pertahanan timnya.

Keduanya memiliki tipe permainan yang tidak jauh berbeda. Arthur Cunha sangat kuat ketika harus berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan, sementara Otavio Dutra memiliki keunggulan yang lebih baik, yaitu membantu timnya lewat berkontribusi mencetak gol dan assist.

Selama Arthur Cunha bermain di Piala Presiden 2019, Arema FC tercatat hanya empat kali kebobolan dalam tujuh pertandingan yang sudah digelar, termasuk saat menghadapi Persebaya di leg pertama final yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Lanjut Baca:

Sementara itu, Otavio Dutra bersama Persebaya kemasukan tujuh gol. Bicara soal mengawal lini belakang, tentu catatan Arthur Cunha lebih baik. Namun, keduanya sama-sama tak bisa menghindarkan timnya dari kebobolan di pertandingan leg pertama final Piala Presiden 2019.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya