Pembuktian Rossi di Usia 40 Tahun

Rossi lagi-lagi membuktikan usia tidak menjadi halangan dalam meraih hasil bagus di MotoGP.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 02 April 2019, 17:15 WIB
Valentino Rossi saat merayakan podium di MotoGP Argentina (Juan Abromata/AFP)

Liputan6.com, Jakarta 40 tahun masih kompetitif di MotoGP? Tanyakan hal tersebut kepada Valentino Rossi yang meraih podium dua pada MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 31 Maret lalu.

Rossi membuktikan selalu kompetitif meski di usia yang sudah cukup tua untuk berkendara motor MotoGP. Rossi merupakan ikon di MotoGP. Kehebatannya bisa bersaing di usia 40 tahun membuat banyak ternganga.

Konon, Marc Marquez yang baru berusia 26 tahun saja iri dengan kegigihan Rossi dalam berjuang. Pada sirkuit Termas de Rio Hondo, Rossi start di posisi keempat di belakang Andrea Dovizioso.

Rekannya di Yamaha, Maverick Vinales start di posisi dua di belakang Marc Marquez yang meraih pole positions di MotoGP Argentina. Rossi bersaing ketat dengan Dovizioso, sedangkan Marquez melejit sendirian.

Jelang 10 lap terakhir, Rossi masih berada di belakang Dovizioso. Pengalaman yang cukup lama membuat Rossi sabar dalam mengintai Dovizioso.Rossi baru menyalip Dovizioso di lap ke-25 atau lap terakhir. Dan ini membuatnya meraih poin 20 karena meraih podium dua di belakang Marquez.

Rossi menyambut keberhasilan raih podium dengan suka cita. Dia bahkan merasa sedang memasuki era baru, apalagi saat itu memakai baju balap hitam kuning. Podium tersebut juga menandai tahun ke 23 Rossi tampil di balapan dunia setelah pertama kali tampil di GP Malaysia 1996 di kelas 125 cc.

Aksi Valentino Rossi di MotoGP Argentina (Juan Mambromata/AFP)

Selain puas dengan podium yang diraihnya, Rossi juga merasa agak janggal dengan potret dirinya saat merayakan kemenangan. Soalnya, dia tampil beda di MotoGP Argentina.

"Saya lihat foto saya pagi ini dan lucu juga karena seperti memasuki era baru. Gambar saya seperti hitam putih di televisi," kata pembalap berusia 40 tahun itu seperti dikutip crash.

Rossi meraih podium dua setelah finis di belakang Marc Marquez. Dia terpaut 10 detik dari Marquez yang mendominasi di MotoGP Argentina.

 


Dua Era

Pembalap Yamaha Valentino Rossi (AFP/Karim Jaafar)

Rossi juga bicara soal karier panjangnya di MotoGP. Dia mengatakan, masa baktinya di MotoGP bisa dibagi menjadi dua.

Lanjut Baca:

Pertama, era Rossi dimana dia bisa dengan mudah raih kemenangan. Kedua ada era dimana dia terus memilih untuk bertarung ketimbang pensiun dengan pembalap yang lebih muda. "Di bagian karier pertama saya, saya memenangkan banyak balapan dan kejuaraaan. Lalu Anda sampai pada titik segalanya menjadi lebih sulit karena ada pembalap lebih muda dan kuat," ujarnya. "Di posisi itu, Anda mungkin harus memilih diam di rumah dan lihat trofi bisa senang, atau Anda lebih suka terus berjuang karena Anda menikmatinya. Saya pikir ini kasus saya." Bukan hanya karena dia sudah meraih 233 podium sejak debut 1996 lalu, tapi ada sesuatu yang lebih spesial bagi Rossi dengan meraih podium di MotoGP Argentina. "Saya sangat bahagia karena sejak Sachsenring tahun lalu, saya belum podium," ujar Rossi. "Juga di dua balapan terakhir di Malaysia dan Valencia lalu dimana saya cukup kuat. Saya bisa raih podium dan memenangkan balapan, tapi saya melakukan kesalahan."  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya