Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 16 tim yang lolos babak kualifikasi regional dan nasional akan berhadapan di final Piala Presiden Esports . Ajang virtual ini bakal berlangsung di Istora Senayan pada 30-31 Maret 2019.
Piala Presiden Esportsmulai resmi dipertandingkan sejak 29 Januari 2019. Total sebanyak 3.572 tim Esports telah mendaftar untuk mengikuti turnamen ini, yang terbagi dari 2.589 tim esports mendaftar di 8 kota, yaitu Palembang, Bali, Makassar, Surabaya, Manado, Solo, Pontianak dan Bekasi. Sedangkan untuk pertandingan babak kualifikasi nasional diikuti oleh 983 tim esports.
Advertisement
Dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (12/3), Giring Ganesha selaku Ketua Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019 sekaligus Presiden of IESPL, mengatakan, ajang ini bisa bergulir karena permintaan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Giring melanjutkan, dalam permintaannya itu, Joko Widodo ingin menggiring generasi milenial ke arah yang positif, tapi punya level yang tinggi. Keinginan itu terciptalah Piala Presiden 2019.
"Saya cerita sedikit, ini bisa tercipta karena permintaan Presiden Jokowi. Beliau melalui ajudannya, waktu itu, tahun 2017, menelepon Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif) meminta dibuatkan Piala Presiden Esports," kata vokalis band Nidji itu.
Menariknya lagi, pertandingan babak kualiflkasi nasional akan disiarkan secara langsung pada Jumat tanggal 15 dan 22 Maret 2019, pukul 14.00 hingga 16.00 di salah satu stasiun televisi lokal. Tak hanya itu, olahraga virtual yang sedang menjamur di kalangan masyarakat itu juga bisa disaksikan langsung di Istora Senayan.
Bootcamp di Kantor Staf Presiden
Nantinya, sebelum pertandingan final, 16 tim esports yang akan bertanding di babak final, akan mengikuti Bootcamp yang akan diselenggarakan di Kantor Staf Presiden pada tanggal 27 hingga 28 Maret 2019.
"Kami mendukung adanya Bootcamp untuk para atlet Piala Presiden Esports 2019 karena kami memandang talenta saja tidak cukup Untuk seseorang menjadi atlet yang berprestasi. Ada 3 hal lainnya. Pertama, harus ada jiwa nasionalisme, motivasi membela tanah air dan mengharumkan nama bangsa jelas akan memberikan energi ekstra," kata Abraham Wirotomo, Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden.