5 Cerita di Sepak Bola yang Layak Difilmkan, Salah Satunya Sukses MU

MU meraih treble winner pada 1999.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 04 Februari 2019, 13:00 WIB
Striker Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munchen di Stadion Camp Nou, Barcelona pada 26 Mei 1999. Solskjaer menjadi penentu kemenangan MU berkat golnya di menit terakhir. (AFP Photo/Eric Cabanis)

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah baru ditorehkan Manchester United (MU). Saat itu, klub Inggris tersebut memenangkan treble winner di bawah asuhan Manajer Sir Alex Ferguson.

Saat itu, MU telah memenangkan gelar juara Liga Inggris dan Piala FA. Gelar itu semakin komplet, setelah klub berjuluk Setan Merah tersebut memenangkan trofi Liga Champions.

Pada partai puncak, MU menghadapi raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen. Dalam laga yang digelar di Camp Nou, MU tertinggal lebih dulu setelah gawang Peter Schmeichel dijebol tendangan bebas Mario Basler.

Saat pertandingan bakal berakhir imbang dalam waktu normal, MU membuat kejutan. Gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di injury time babak kedua membawa MU berbalik menang dan meraih trofi Liga Champions.

Sukses MU ini dinilai layak untuk difilmkan. Selain itu, ada beberapa cerita di sepak bola yang juga pantas untuk difilmkna. Berikut 5 cerita tersebut seperti dikutip dari Sokka.


5. MU Raih Treble Winner di 1999

Skuat Manchester United (MU) saat memenangkan trofi Liga Champions pada 1999. (AFP Photo/Eric Cabanis)

Sir Alex Ferguson mengubah Manchester United (MU) menjadi kekuatan super di sepak bola Inggris setelah menduduki kursi manajer pada 1986. Tak hanya itu, juru strategi asal Skotlandia itu membawa MU meraih sukses besar pada musim 1998/99 dengan memenangkan treble winner.

Saat itu, MU sudah dipastikan merebut gelar juara Liga Inggris dan Piala FA. Setan Merah berpeluang menambah trofi setelah lolos ke final Liga Champions.

Di final Liga Champions, MU akan menghadapi klub raksasa Jerman, Bayern Munchen. Jika menang, Ferguson dan skuatnya memenangkan treble winner.

Akan tetapi, MU kehilangan Roy Keane dan Paul Scholes yang merupakan pemain kunci akibat skorsing. Situasi ini membuat Ferguson harus menyesuaikan kembali starting XI.

Laga baru berumur 6 menit, gawang MU sudah kebobolan lewat tendangan bebas Mario Basler. Ferguson lantasa memainkan Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer. Tapi hingga memasuki injury time babak kedua, MU belum dapat mencetak gol balasan,

Tersisa dua menit, MU mendapatkan tendangan sudut. Kiper MU Peter Schmeichel pun maju ke pertahanan Munchen untuk membantu mencetak gol.

Lanjut Baca:

Tendangan bebas David Beckham dapoat dihalau bek Munchen. Akan tetapi, bola jatuh ke Ryan Giggs yang mengopernya ke Sheringham. Tanpa kawalan, Sheringham dengan mudah menceploskan bola ke gawang Munchen. Skor 1-1. MU kembali mendapat sepak pojok dan lagi-lagi Beckham mengeksekusinya. Sepak pojok Beckham disundul Sheringham dan diteruskan Solskjaer dengan sontekan kaki kanan. Gol! MU berbalik unggul 2-1 di menit ke-90+3. Tak lama berselang, wasit Pierluigi Collina meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir. MU pun sukses memenangkan treble winner.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya