Yenny Wahid Harap Debat Capres Dapat Basmi Hoaks

Yenny juga berharap dengan debat Pilpres dapat membersihkan berita tidak benar atau berita bohong mengenai kinerja Jokowi.

oleh Ika DefiantiDiterbitkan 17 Januari 2019, 07:57 WIB
Putri Gus Dur, Yenny Wahid membacakan deklarasi dukungan saat konferensi pers Konsorsium Kader Gus Dur di Jakarta, Rabu (26/9). Yenny mengatakan mereka mencari pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat dan mau bekerja. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Putri kedua Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid menginginkan debat perdana di Pilpres 2019 dapat memberikan pencerahan kepada publik. Yenny menyebut permasalahan bangsa ini tergantung dari penjelasan kedua kandidat.

"Saya percaya Pak Jokowi sudah teruji. Itu yang pertama," kata Yenny di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu 16 Januari 2019.

Tak hanya itu, Yenny juga berharap dengan debat Pilpres dapat membersihkan berita tidak benar atau berita bohong mengenai kinerja Jokowi.

"Kita berharap itu terungkap apa adanya. Masyarakat bisa mendengar langsung kinerja pemerintah selama ini," ucapnya.

Sementara itu untuk para pendukung yang menonton secara langsung, dia menyarankan agar dapat menjaga suasana. Sebab kedua kandidat membutuhkan ketenangan selama debat berlangsung.

"Sehingga kedua pasangan calon bisa menjelaskan gagasannya dengan tenang dengan baik. Tidak kisruh suasananya," jelasnya.

Debat perdana Pilpres 2019 membahas mengenai korupsi, hukum, hak asasi manusia (HAM) dan terorisme. Nantinya, debat Pilpres 2019 akan digelar hingga lima kali. KPU menetapkan tema yang berbeda-beda dalam setiap debat capres dan cawapres.

KPU juga selektif dalam memilih moderator, untuk edisi perdana ada Ira Koesno dan Imam Priyono. Juga ada sejumlah panelis debat capres dan cawapres.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Persiapan Jokowi-Ma'ruf

Kedua pasangan tak henti melakukan berbagai persiapan jelang debat capres dan cawapres. Baik itu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf pun meminta wejangan dari mentor pilihannya yaitu Jusuf Kalla atau JK. Sedangkan Prabowo-Sandiaga, rutin menyambangi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Jokowi nampak lebih santai. Bahkan pada Selasa, 15 Januari 2019, ia mengumpulkan para ketua umum partai politik pengusungnya untuk makan malam bersama. Sedangkan Sandiaga, memilih untuk melakukan olahraga rutinnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya