20 Pejabat Kementerian PUPR yang Kena OTT KPK Diduga Terkait Proyek Sistem Penjernihan Air Minum

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono langsung menggelar jumpa pers terkait OTT KPK ini. Basuki menyesalkan kejadian ini, namun ia menyerahkan semua penyelidikan ke KPK.

oleh Muhammad AliDiterbitkan 29 Desember 2018, 08:02 WIB

Fokus, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR, Jumat malam, di Jakarta.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (29/12/2018), dalam OTT di Kementerian PUPR, KPK mengamankan 20 orang, di antaranya pejabat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Barang bukti Rp 500 juta dan 25 ribu dolar Singapura berhasil disita.

Sementara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono langsung menggelar jumpa pers terkait OTT KPK ini. Basuki menyesalkan kejadian ini, namun ia menyerahkan semua penyelidikan ke KPK.

"Pejabat yang terkena OTT itu siapa dan apa kami belum tahu, kami percaya bahwa KPK sudah mengamati dan pasti dengan ketelitan yang tinggi, juga sambil menunggu penjelasan yang jelas," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Operasi tangkap tangan pejabat Kementerian PUPR ini diduga terkait dengan proyek sistem penjernihan air minum atau SPAM di Ditjen Cipta Karya tahun 2018. Namun KPK belum memberikan keterangan resmi terkait OTT tersebut. (Muhammad Gustirha Yunas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya