Liputan6.com, Jakarta: Rombongan ibu-ibu membawa panci dan penggorengan di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3). Dengan mengenakan daster, puluhan ibu-ibu yang mengatasnamakan Srikandi itu juga membawa centong dan sayur mayur.
Aksi ini merupakan bentuk penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) awal April mendatang. Sebagai simbol makin melambungnya harga kebutuhan pokok, para ibu melakukan aksi goreng batu.
Mereka juga menggelar teatrikal yang menggambarkan makin sulitnya hidup. Aksi ditutup dengan melempar panci sayuran dan beras ke halaman Gedung DPR.
Tak mau kalah, para mahasiswa dari berbagai universitas ikut mendatangi gerbang utama gedung DPR. Mereka menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Aksi ini berlangsung tertib.
Sementara itu, meski tidak ada unjuk rasa, pengamanan di depan Istana Merdeka diperketat. Perlengkapan pengamanan unjuk rasa masih disiagakan di beberapa kendaraan operasional polisi. Rencananya Jumat lusa unjuk rasa besar-besaran akan dilakukan di depan Istana, Gedung DPR/MPR, dan sejumlah titik di Jakarta seiring dengan Sidang Paripurna di DPR.(APY/ULF)
Aksi ini merupakan bentuk penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) awal April mendatang. Sebagai simbol makin melambungnya harga kebutuhan pokok, para ibu melakukan aksi goreng batu.
Mereka juga menggelar teatrikal yang menggambarkan makin sulitnya hidup. Aksi ditutup dengan melempar panci sayuran dan beras ke halaman Gedung DPR.
Tak mau kalah, para mahasiswa dari berbagai universitas ikut mendatangi gerbang utama gedung DPR. Mereka menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Aksi ini berlangsung tertib.
Sementara itu, meski tidak ada unjuk rasa, pengamanan di depan Istana Merdeka diperketat. Perlengkapan pengamanan unjuk rasa masih disiagakan di beberapa kendaraan operasional polisi. Rencananya Jumat lusa unjuk rasa besar-besaran akan dilakukan di depan Istana, Gedung DPR/MPR, dan sejumlah titik di Jakarta seiring dengan Sidang Paripurna di DPR.(APY/ULF)