Liputan6.com, Banjarnegara: Selama sepuluh tahun ini, warga Desa Kaliwungu, Banjarnegara, Jawa Tengah, warga harus mempertaruhkan nyawa demi melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, Jumat 23/3). Mereka harus menyeberangi Sungai Sapi yang berarus deras, karena tak ada jembatan di tempat itu.
“Ketika hujan, air sungai juga meluap ke dusun-dusun kami,” kata Rakum, warga desa setempat.
Bukank hanya pedagang dan petani, para siswa sekolah juga harus melintasi sungai dengan menyusuri arus derasnya. Sehingga, seragam sekolah mereka pun basah. Ini dialami Yulianto setiap kali akan berangkat dan pulang dari sekolah.
Bagi warga yang memiliki sepeda motor, mereka harus meminta tolong kepada warga lain. Mereka pun bergotong royong mengangkat sepeda motor itu, sehingga bisa melewati sungai.
Warga pernah membuat rakit sebagai alat penyeberanagan. Tapi, rakit itu hilang terbawa arus. Akibatnya, warga pun kembali harus mengarungi sungai untuk melaksanakan aktivitasnya.
Warga setempat berharap, pemerintah Kabupaten Banjarnegara membuatkan jembatan atau memberikan perahu, agar bisa digunakan warga.(SHA)
“Ketika hujan, air sungai juga meluap ke dusun-dusun kami,” kata Rakum, warga desa setempat.
Bukank hanya pedagang dan petani, para siswa sekolah juga harus melintasi sungai dengan menyusuri arus derasnya. Sehingga, seragam sekolah mereka pun basah. Ini dialami Yulianto setiap kali akan berangkat dan pulang dari sekolah.
Bagi warga yang memiliki sepeda motor, mereka harus meminta tolong kepada warga lain. Mereka pun bergotong royong mengangkat sepeda motor itu, sehingga bisa melewati sungai.
Warga pernah membuat rakit sebagai alat penyeberanagan. Tapi, rakit itu hilang terbawa arus. Akibatnya, warga pun kembali harus mengarungi sungai untuk melaksanakan aktivitasnya.
Warga setempat berharap, pemerintah Kabupaten Banjarnegara membuatkan jembatan atau memberikan perahu, agar bisa digunakan warga.(SHA)