Pesawat Cessna Jatuh di Tol Cawang

Pesawat latih beregistrasi PK-SKB milik Federasi Aero Sport Indonesia jatuh di jalan tol di Cawang, Jaktim. Ketiga penumpang dirawat di RS UKI, Cawang. Pilot Brigjen Pol. Bakat Purwanto, tewas.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Juli 2002, 18:10 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sebuah pesawat latih anggota Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bernomor registrasi PK-SKB jatuh di jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, Sabtu (20/7) sekitar pukul 09.28 WIB. Sebelumnya, pesawat nahas itu terbang rendah dan terlihat oleng. Dalam hitungan detik, pesawat jenis Cessna itu menabrak pohon di Kilometer 2,6 menuju arah Bogor, Jawa Barat atau tiga kilometer sebelum Gerbang Tol Cililitan, Jaktim. Akibatnya, sayap pesawat patah dan menimpa sebuah taksi dan sebuah mobil Toyota Kijang berwarna merah yang melintas. Kecelakaan beruntun pun tak terelakkan lagi, dan jalur lalu lintas macet.

Menurut petugas teknisi FASI bernama Ibnu, sebelum lepas landas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jaktim, pesawat itu telah dinyatakan laik terbang. Sedianya, pesawat jenis olah raga itu akan menuju Pangkalan Udara Pondok Cabe, Parung, Jabar. Hingga saat ini, tiga penumpang pesawat masih dalam keadaan luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Cawang. Sedangkan pilot bernama Brigadir Jenderal Polisi Bakat Purwanto yang juga dirawat di RS UKI, akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB. Ketiga penumpang itu masing-masing adalah Matthew (6), Juan Andreas (49), dan seorang warga Australia bernama Michael Walson (58). Sementara dua orang korban lainnya dibawa ke RS Umum Daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Mereka adalah Nyonya Titin dan Nyonya Atun dan akhirnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.

Reporter SCTV Miko Toro melaporkan, ketiga penumpang pesawat tersebut hingga kini masih dirawat. Tim Medis RS UKI telah menjahit luka Michael di beberapa bagian tubuh. Sedangkan Andreas telah dirontgen karena diduga mengalami patah tulang. Sementara Matthew yang juga putra Andreas masih trauma dan menangis terus-menerus. Kendati begitu, kondisi kesehatan bocah ini tak terlalu mengkhawatirkan.

Saat dihubungi SCTV per telepon, Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Cawang Komisaris Besar Purnogogo membenarkan kecelakaan pesawat Cessna itu. Menurut dia, pesawat nahas itu terjatuh sekitar dua menit setelah lepas landas dari Bandara Halim. Beberapa saat kemudian terjadi gangguan mesin pada pesawat bermesin tunggal itu. Lantas, pilot berupaya mendarat darurat di jalan Tol Jagorawi. Sejauh ini, Tim TNI AU masih menyelidiki kecelakaan tadi. Sedangkan rongsokan badan pesawat telah dibawa ke Lanud Pondok Cabe.

Sampai berita ini ditulis, lokasi kejadian masih dijaga sejumlah personel kepolisian setempat, Provos TNI Angkatan Udara Bandara Halim, dan anggota Komando Distrik Militer 505. Setelah serpihan bangkai pesawat sudah disingkirkan, lalu lintas jalan tol berangsur-angsur lancar.

Kasus serupa yang menimpa pesawat latih pernah terjadi beberapa waktu silam. Sebuah pesawat milik Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug jatuh di kawasan perkebunan Kampung Cijeruk, Bandung, Jabar. Kecelakaan pesawat latih jenis PK-ABI itu menewaskan ketiga awaknya [baca: Pesawat Latih Curug Jatuh, Tiga Awak Tewas].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya