Liputan6.com, Jember: Ratusan awak bus Akas Asri mogok beroperasi di Jember, Jawa Timur. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pemilik perusahaan yang bertindak semena-mena terhadap mereka. Para karyawan menganggap, pimpinan P.O Akas Asri tidak memperhatikan kesejahteraan. Para awak bus mengeluh karena tidak diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja secara penuh. Selain itu, mereka juga tak pernah mendapatkan tunjangan hari raya sejak perusahaan berdiri. Demikian pernyataan Ketua Aksi Solidaritas Bus Akas Farid di Jember, Jatim, Kamis (18/7).
Farid menuduh, Yayasan Bus Akas (Yasakas) tidak transparan dalam mengelola dana Yasakas yang berasal dari iuran para awak bus. Untuk itu, Farid mendesak, dana iuran itu dikembalikan kepada seluruh karyawan.
Menanggapi hal itu, staf Hubungan Masyarakat PO Akas Asri Joko Fadillah menjelaskan, pemogokan ini tak akan berlangsung lama. "Mereka akan segera beroperasi kembali," kata Joko. Namun, Joko tidak menjelaskan tuntutan para awak bus dapat dikabulkan.(ZAQ/Christanto Rahardjo)
Farid menuduh, Yayasan Bus Akas (Yasakas) tidak transparan dalam mengelola dana Yasakas yang berasal dari iuran para awak bus. Untuk itu, Farid mendesak, dana iuran itu dikembalikan kepada seluruh karyawan.
Menanggapi hal itu, staf Hubungan Masyarakat PO Akas Asri Joko Fadillah menjelaskan, pemogokan ini tak akan berlangsung lama. "Mereka akan segera beroperasi kembali," kata Joko. Namun, Joko tidak menjelaskan tuntutan para awak bus dapat dikabulkan.(ZAQ/Christanto Rahardjo)