Potret Mak Tumi, Jual Sapu Lidi Demi Bertahan Hidup

Meski lahir dengan kondisi fisik kurang normal, tak membuat Mak Tumi pasrah dan menunggu iba orang lain.

Oleh JawaPos.comDiterbitkan 30 November 2018, 20:00 WIB
Foto: Istimewa

Liputan6.com, Tulunggagung - Mak Tumi merupakan potret warga Indonesia yang belum mendapatkan makna kemerdekaan dan kesejahteraan. Perempuan tua warga Dusun Punggungpucang, Desa Pucanglaban, Tulungagung perlu susah payah demi bisa bertahan hidup.

Namun meski lahir dengan kondisi fisik kurang normal, tak membuat pasrah dan menunggu iba orang lain.

Dirinya yang tinggal sendirian di rumah reot dan hanya mengandalkan tenaga surya untuk penerangan setiap hari, harus menjual sapu untuk mendapatkan penghasilan.

"Rumah Mak Tumi belum layak, untuk penerangan terkadang gelap sebab panel tenaga surya tidak cukup untuk suplai energi, " terang Ketua DKR Jawa Timur Arif Witanto seperti dikutip laman Jawapos.com, Jumat (30/11/2018).

Untuk menuju rumah Mak Tumi ini, akses jalan masih berupa tanah. Jika hujan tentu akan becek dan licin.

Langkah Tumi menyambung hidup, hanya bisa menjual sapu lidi. Harga sapu lidi satu ikat Rp 2.500.

"Ini sapu lidi menumpuk, sebab belum diambil pengepul, belum laku" ungkap Mak Tumi.

Baca juga berita lainnya di Jawapos.com.

Simak juga video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya