Pasokan Air Seret, Warga Semarang Menjerit

Warga semarang kesulitan air bersih. Instalasi Pengolahan Air Kudu di Semarang Timur berhenti beroperasi lantaran Waduk Klambu di Purwodadi mengering.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Juli 2002, 20:08 WIB
Liputan6.com, Semarang: Dampak kekeringan ternyata tak cuma dirasakan petani. Warga Kota Semarang, Jawa Tengah, juga merasakan dampak yang sama. Pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat seret lantaran Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu di Semarang Timur berhenti beroperasi. Akibatnya, 55 persen pelanggan PDAM kekurangan air. Demikian pengamatan SCTV dari Semarang, Ahad (14/7) siang.

IPA Kudu berhenti beroperasi sejak awal Juli silam. Ini lantaran pasokan air baku dari Waduk Klambu di Purwodadi mengering. Akibatnya, instalasi dengan kapasitas 1.250 liter per detik itu tak dapat melayani konsumen.

Menurut Direktur Utama PDAM Kota Semarang Pandu Susilo, pihaknya kini mengoptimalkan lima unit instalasi, 48 unit sumur, dan 11 mata air untuk memenuhi kebutuhan keseluruhan pelanggan PDAM yang mencapai 111.663 orang. Namun, menurut Pandu, PDAM kekurangan mobil tangki untuk mendistribusikan air ke masyarakat. Saat ini, PDAM hanya memiliki sembilan unit mobil. "Idealnya, kita memiliki 25 unit mobil," kata Pandu.

Kekurangan air di Semarang, tambah Pandu, bukan semata-mata karena musim kemarau. Permasalahan lainnya adalah kualitas air baku yang semakin rendah karena tercemar limbah rumah tangga. "Limbah ini semakin menurunkan volume air bersih untuk masyarakat," kata Pandu.

Bencana kekeringan di Jateng, hampir merata. Tercatat, Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Wonosobo, dan Banjarnegara, mengalami krisis air paling parah [baca: Ratusan Desa di Jateng Kering Kerontang]. Ini akibat, persediaan air di Waduk Mrica, Waduk Sempor, dan Bendungan Gerak Serayu menyusut drastis.(YYT/Yudi Sutomo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya