Sesi I IHSG Merosot Tajam 1,89%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat melemah 1,89% ke level 3911,107

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Januari 2012, 14:10 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I Senin (30/1)  tercatat melemah 1,89% ke level 3911,107. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 pada siang ini tercatat melemah 2,17% ke level 687,381.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 2,0 miliar lot saham senilai Rp 1,9 triliun dengan total transaksi sebanyak 48074 kali. Pada penutupan perdagangan saham siang ini tercatat sebanyak 22 saham naik, 213 saham turun, dan 50 saham tidak berubah.

Pelemahan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor industri dasar dan barang konsumsi, dimana masing-masing indeks tercatat turun 2,72% dan 2,59%.Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham GJTL naik 0,9% ke Rp 2925, saham ELSA naik 2,1% ke Rp 245, saham ULTJ naik 0,9% ke Rp 1-, dan saham BNII naik 2,2% ke Rp 465.Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham BMRI  turun 2,9% ke Rp 6650, saham SMGR turun 2,7% ke Rp 11000, saham TLKM turun 2,1% ke Rp 6850, dan saham ASII turun 2,5% ke Rp 77450.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada penutupan perdagangan sesi I hari ini akhirnya anjlok tajam, seiring dengan melemahnya bursa saham kawasan Asia pagi ini.Kondisi yang cukup overbought pada sebagian besar bursa kawasan Asia tampaknya menjadi faktor utama terjadinya pelemahan di bursa Asia, termasuk IHSG.Selain itu, pemerintah Cina tampaknya mulai mengindikasikan mereka cenderung enggan memperlonggar kebijakan moneter secara agresif tahun ini, dalam rangka menghindari kembali naiknya laju inflasi di China.

Tampaknya sesi II IHSG masih berpotensi untuk melemah lebih lanjut, namun diperkirakan cenderung tertahan pada support di kisaran 3900 dan 3875. (http://www.vibiznews.com/ARI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya