Kominfo: Generasi Muda Perlu Mengisi Kegiatan Positif Agar Terhindar Dari Narkoba

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan, generasi muda yang kena narkoba ialah anak muda yang tidak punya kesibukan atau aktivitas.

oleh Reza diperbarui 16 Nov 2018, 19:24 WIB
Ilustrasi Narkoba

Liputan6.com, Jakarta Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat jumlah penyalahguna narkoba di Tanah Air mencapai 3,5 juta orang pada 2017. Hampir 1 juta orang di antaranya bahkan telah menjadi pecandu.

Seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (26/6/2018). Jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar 3,5 juta orang pada 2017, di mana 1,4 juta adalah pengguna biasa dan hampir satu juta telah menjadi pecandu narkoba.

Dari angka tersebut, terdapat pengguna narkoba kalagan anak muda Indonesia. Kalau dibiarkan, bangsa Indonesia akan kehilangan generasi muda. Maka dari itu, pemerintah terus mencegah agar narkoba tidak merajalela di Indonesia.

Salah satu instansi pemerintah yang turut andil dalam memberantas narkoba ialah Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan, salah satu faktor generasi muda terjangkit narkoba ialah anak muda yang tidak punya kesibukan atau aktivitas.

“Biasanya pemuda yang kena narkoba ialah mereka yang tidak punya kegiatan keseharian,” tutur Ferdinandus Setu saat ditemu oleh Liputan6.com, Kamis (15/11/2018).

Ia melanjutkan, untuk itu setiap generasi muda harus mempunyai kegiatan agar tidak terpikirkan untuk menggunakan narkoba.

“Agar terhindar, mereka—generasi muda—harus mempunyai kegiatan yang postif. Isi dengan kegiatan tersebut, “ tutur  Ferdinandus Setu.

Mengenai generasi muda, lanjut bisa mengisi dengan kegiatan positif. Mulai dari kegiatan organisasi untuk para mahasiswa, atau bisa membuat kegiatan untuk menonjolkan sisi kreatif di media sosial.

“Isi keseharian dengan kegiatan-kegiatan positif. Bisa juga saat selesai kumpul dengan organisasi, mereka bisa membaca buku atau menampilkan sisi kreatif di media sosial,” tutur Ferdinandus Setu.

Selain itu, lanjut Ferdinandus Setu, penggunaan narkoba bisa melalui lingkungan. Faktor tersebut sangat berpengaruh karena generasi muda secara otomatis akan mengikuti keadaan di lingkungannya.

“Kalau lingkungannya tidak baik, tentu mereka akan tidak baik pula. Maka dari itu, perlu dicermati pergaulan generasi muda. Hindari lingkungan yang bisa memicu menggunakan narkoba,” imbuh Ferdinandus Setu.

Maka dari itu, lanjut Ferdinandus Setu diperlukan peran aktif orangtua agar anak-anak atau generasi muda tidak kena terjangkit narkoba. Peran orangtua harus memperhatikan semua tentangnya.  

Kerjasama antar instansi

Demi memberantas narkoba, pemerintah pusat dan daerah terus berkomunikasi dalam rangka penyelenggaraan program-program dan pelaksanaan pencegahan penggunaan narkoba. Bahkan untuk melancarkan hal tersebut, lintas instasi pun dilakukan.

 

 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan, salah satu faktor generasi muda terjangkit narkoba ialah anak muda yang tidak punya kesibukan atau aktivitas.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo, Ferdinandus Setu. Pria yang sering disapa Nando ini juga kerap turut andil untuk memberikan informasi tentang bahaya narkoba kepada kalangan remaja.

“Saya sering bekerjasama dengan BNN untuk bisa memberikan informasi mengenai bahaya narkoba. Bahkan sampai ke tempat ibadah di Jakarta,” tutur Nando.

Dengan begitu, mereka—generasi—muda bisa mengetahui bahaya narkoba kalau terjangkit.

“Kami kasih tau, bahaya narkoba bisa menyasar ke otak sampai bisa merenggut nyawa,” tutur Nando.

Maka dari itu, ia berharap bahwa generasi muda jangan sampai mencoba atau memakai narkoba. Hindari dan cegah untuk masa depan.

 

(*)

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya